KABUPATEN SUKABUMI

Polisi Amankan Sembilan Motor Tak Bertuan

CIKEMBAR – Sembilan unit motor tanpa pemilik diamankan petugas gabungan dari Polsek Cikembar dan Polsek Jampangtengah saat melakukan operasi pencurian dengan kekerasan, pencurian kendaraan bermotor dan pencurian dengan pemberatan (C3) pada Selasa, (22/11) malam lalu.

Selain itu, puluhan botol minuman keras (Miras) dari berbagai merk juga turut disita petugas.

Sembilan unit motor itu diduga kuat milik kawanan geng motor, yang kerap meresahkan warga setempat.

Pasalnya, sebelum polisi mengangkut motor tak bertuan itu, kelompok pemuda dilaporkan tengah nongkrong dan disiinyalir bakal melakukan tindakan yang mengganggu keamanan lingkungan.

“Awalnya kami mendapatkan laporan dari warga, bahwa di daerah Jalan Raya Pelabuhan II, tepatnya di depan PT GSI ada segerombolan motor yang tengah nogkrong dan nyaris terjadi bentrokan.

Saat itu, kami tengah patroli di Pasar Panggeleseran dan langsung menuju lokasi,” jelas Kapolsek CIkembar, AKP I Djubaedi kepada Radar Sukabumi di Mapolsek Cikembar, Rabu (22/11).

Setelah tiba di lokasi, lanjut Djubaedi, petugas gabungan pun langsung menyisir tempat yang dijadikan lokasi nongkrong kawanan geng motor tersebut.

“Saat penyisiran itu, kami temukan sembilan motor terparkir di Jalan Raya Perumahan Permata Indah, tepatnya di Kampung Sampora, Desa Bojongraharja.

Saat kami kejar, mereka lari ke komplek perumahan.

Menurut informasi dari warga, mereka diduga merupakan kawanan geng motor yang kerap meresahkan warga.

Karena pemiliknya tidak ada, maka kami angkut semua kendaraan tidak bertuan itu ke Mapolsek Cikembar,” bebernya.

Ke depan, pihaknya menegaskan akan siap melanjutkan kegiatan operasi rutin kendaraan, untuk menekan angka kejahatan, terutama Curanmor.

“Kami sarankan kepada pemilik motor ini, jika ingin mengambil kendaraannya agar membawa Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Buku Pemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB).

Apabila mereka tidak membawa surat administrasi kendaraan tersebut, jangan harap motor itu bisa dibawa pulang,” pungkasnya.

Seorang warga Kecamatan Cikembar, Ruslan (31) mendukung langkah aparat kepolisian yang tengah giat melakukan operasi.

Menurutnya, dengan mengintensifkan operasi, diharapkan tindak kekerasan akibat ulah geng motor di wilayah Cikembar bisa dihindari.

“Kami mendukung langkah polisi dalam memberantas berandal motor ini.

Kami tidak ingin, di Cikembar ada insiden kekerasan seperti di daerah lain.

Bahkan, kami juga siap membantu pihak kepolisian,” singkatnya. (cr13/d)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close