EKONOMI

BPR Nusamba Latih Para Kadus Soal Perbankan

SUKABUMI – Keseriusan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Nusamba Sukaraja dalam pengelolaan keuangan, terus ditingkatkan. Belum lama ini, bank yang dipimpin Ade Hasan Firdaus dan Nono Roehiono itu menggelar seminar Produk dan Jasa Keuangan Perbankan serta Literasi Tentang Perencanaan Keuangan kepada sejumlah Kepala Dusun (Kadus) yang ada di Kecamatan Sukaraja Kabupaten Sukabumi.

Kepala Bidang (Kabid) Kredit BPR) Nusamba Sukaraja, Purnomo mengatakan, seminar yang dilakukannya ini merupakan kewajiban perbankan sebagai edukasi produk dan layanan jasa keuangan serta perencanaan keuangan. Di mana, sasarannya melibatkan masyarakat dan kelompok masyarakat yang belum faham soal perbankan, sehingga kedepannya bisa terbina dan faham.

“Selama ini masih banyak masyarakat yang alergi dengan perbankan, bahkan tidak sedikit yang kurang kooperatif saat penagihan kredit,” ujar Purnomo disela-sela acara seminar yang dilakukan di Aula Desa Pasirhalang Kecamatan Sukaraja Kabupaten Sukabumi.

Purnomo menjelaskan, adapun keterlibatan para kepala dusun dalam seminar ini, diharapkan mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat lainnya. Terlebih, para kepala dusun bisa menjadi mitra BPR Nusamba dalam pengembangan usaha dan pengelolaan keuangan.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Pasirhalang, Yusuf Purnama menyambut baik seminar yang dilakukan BPR Nusamba Sukaraja. Menurut dia, kegiatan ini membantu pihak desa, terlebih dalam perencanaan anggaran. Apalagi, pihak desa bisa bersinergi dengan bank yang sudah terjamin kelegalannya.

“Bagus dan saya apresiasi. Sekarang sudah banyak bank-bank liar atau lintah darat yang merugi masyarakat,” tegasnya.

Ia pun berencana, kedepannya akan menggandeng pihak BPR Nusamba Sukaraja agar bisa bekerjasama melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Sebab, dalam program BUMDes itu sangat terbatas dalam permodalan.

“Selain itu, biasanya masyarakat kurang kooperatif, bahkan bantuan yang diberikan BUMDes dianggapnya sebagai hibah. Padahal perputaran modal BUMDes sangat dibutuhkan masyarakat lainnya,” terang Yusuf.

Dengan adanya pihak swasta, diharapkan komitmen peminjam bisa lebih memiliki tanggung jawab, sehingga pihak desa bisa terbantu dalam pengembangan BUMDes. (why)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close