KABUPATEN SUKABUMI

MDHW Sukabumi Dideklarasikan

CISAAT – Majelis Dzikir Hubbul Wathon (MDHW) yang baru diresmikan Presiden Jokowi Juli 2017 lalu, kini kepengurusannya akan dibentuk di Sukabumi. Kemarin (6/11) malam, rencananya di Lapang Sekarwangi Kecamatan Cibadak Kabupaten Sukabumi, MDHW Sukabumi akan dideklarasikan bersamaan dengan Dzikir Bersama untuk Sukabumi Lebih Baik dengan sejumlah elemen masyarakat Kota dan Kabupaten Sukabumi. Namun karena hujan, acara pun dipindahkan ke Masjid Rhaudotul Irfan, Jalan Lingkar Selatan, Kecamatan Cisaat.

Penanggung jawab acara, Enjon ZM mengatakan kegiatan dzikir bersama dan deklarasi ini akan dihadiri oleh ulama besar yakni KH. Miftahul Akhyar, (Wakil Rois Am PB NU), KH. Aqiel Siraj (Ketua Umum PB NU dan MD Hubbul Wathon) dan Hery Haryanto Azumi sebagai Sekjen PB-MD Hubbul Wathon.

“Sebelum kegiatan di sana, ketiga tokoh ulama ini akan mampir di Pondok Pesantren Salafi Terpadu Darrussifa Al-Fithroh Yaspida Sukabumi,” terang Enjon kepada Radar Sukabumi, Senin (6/11).

Kegiatan ini sebagai turunan dari pusat yang sudah menggelar deklarasi dan dzikir bersama yang dilakukan di Instana Negara. Meski, MDHW belum terbentuk di Jawa Barat tapi Kabupaten Sukabumi sudah mendahului.

“Untuk temanya adalah Tablig Akbar dan Dzikir untuk Sukabumi yang Lebih Baik,” terangnya.

Sebelum kegiatan inti, ketiga ulama ini sengaja diajak silaturahmi dengan santri. Tujuannya adalah untuk memberikan stimulan bagi santri agar mereka (santri red) bisa tetmotivasi dengan bertemu tokoh-tokoh nasional.

“Ini harus dilakukan, karena regenerasi itu perlu bagi anak muda-muda kebetulan Pesantren Yaspida ditunjuk dan dipercaya untuk menerima tiga tokoh itu,” jelasnya.

Untuk itu, MDHW Sukabumi meminta masyarakat untuk memeriahkan acara ini. Agar tujuan Sukabumi lebih baik bisa terkabul oleh Allah SWT. Sementara itu, Kapolres Sukabumi, AKBP M Syahduddi mengaku, acara deklarsi terpaksa dipindahkan kegiatannya karena hujan deras yang mengguyur Cibadak.

“Berhubung situasi hujan deras dan kondisi lapang tidak memungkinkan untuk kegiatan tablig akbar, maka kegiatan dipindahkan ke Masjid Rhadotul Irfan,” singkatnya. (ren)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close