NASIONAL

Ada Nama Tommy Soeharto dan Prabowo, Di Dokumen Surga

JAKARTA – Tommy Soeharto dan Prabowo Subianto serta Mamiek Soeharto tercantum dalam laporan Dokumen Surga atau Paradise Papers.

Dokumen Surga ini merupakan kumpulan 13,4 juta dokumen tentang mereka yang secara diam-diam berinvestasi di luar negeri, di tempat yang dinamakan ‘surga pajak’. Disebut surga pajak karena uang yang diinvestasikan terhindar dari pejabat pajak.

Awalnya, Dokumen Surga muncul dalam surat kabar Jerman, Süddeutsche Zeitung dan kini dikembankan lagi oleh Konsorsium Jurnalis Investigatif.

Seperti dilansir TEMPO, Senin (6/11/2017), bocoran dokumen keuangan skala besar mengungkapkan bagaimana orang super kaya dunia, mulai dari Ratu Elizabeth sampai Tommy Suharto dan Prabowo, secara diam-diam berinvestasi di luar negeri di tempat surga pajak.

Nama-nama yang disebutkan juga termasuk menteri perdagangan pemerintahan Donald Trump yang disebut memiliki saham di perusahaan yang melakukan transaksi dengan Rusia yang dikenai sanksi oleh Amerika Serikat.

Bocoran Dokumen Surga mencakup 13,4 juta dokumen, sebagian besar dari satu perusahaan keuangan luar negeri.

Program televisi BBC Panorama termasuk bagian dari hampir 100 kelompok media yang menyelidiki dokumen ini. Seperti halnya bocornya Panama Papers tahun lalu, dokumen diperoleh oleh surat kabar Jerman Süddeutsche Zeitung, yang kemudian meminta International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ) atau Konsorsium Jurnalis Investigatif untuk melakukan penyelidikan.

“Laporan yang dikeluarkan Minggu (05/11) ini baru sebagian kecil dari laporan yang akan dikeluarkan dalam satu minggu dan akan mengungkap skandal pajak dan keuangan sebagian dari ratusan orang dan perusahaan yang namanya disebut dalam data,” demikian diberitakan tempo.co, kemarin (6/11).

Banyak artikel terpusat pada bagaimana para politikus, perusahaan multinasional, selebriti dan orang kaya secara individu menggunakan struktur kompleks yayasan dan perusahaan-perusahaan tertutup untuk melindungi uang mereka dari para pejabat pajak atau menyembunyikan transaksi mereka. Sebagian besar transaksi ini disebutkan tidak melanggar peraturan.

Tommy dan Mamiek Suharto disebutkan dalam laporan ICIJ dan tidak menanggapi permintaan untuk memberi komentar. Dalam data ICIJ disebutkan nama Tommy dan Mamiek Suharto serta Prabowo Subianto.

Tommy, yang merupakan pimpinan Humpuss Group, pernah menjadi direktur dan bos dewan Asia Market Investment, perusahaan yang terdaftar di Bermuda pada 1997 dan ditutup pada tahun 2000.

ICIJ juga mencatat alamat yang sama untuk Asia Market dan V Power, perusahaan yang terdaftar di Bahama dan dimiliki Tommy Suharto dan memiliki saham di perusahaan mobil mewah Italia Lamborghini, menurut catatan Securities and Exchange Commision.

Data dari Appleyby, firma hukum di Bermuda yang mengeluarkan data, juga mencakup informasi tentang perusahaan patungan di Bermuda antara cabang Humpuss dan NLD, perusahaan iklan Australia.

Menurut laproran setempat pada 1997, perusahaan patungan itu membuat Tommy Suharto dan mitranya dari Australia mendirikan iklan jalan di Negara Bagian Victoria, Australia, Filipina, Malaysia, Myanmar dan Cina.

Perusahaan itu ditutup di Bermuda pada 2003 dan dicatat di Appleby sebagai “pengemplang pajak.”
Sementara Mamiek disebutkan adalah wakil presiden Golden Spike Pasiriaman Ltd dan pemilik dan pimpinan Golden Spike South Sumatra Ltd, bersama Maher Algadri, eksekutif Kodel Group, salah satu konglomerat terbesar Indonesia zaman Suharto, menurut Forbes. Dua perusahaan ini tercatat di Bermuda pada 1990 dan sekarang sudah ditutup.

Baik Tommy maupun Mamiek Suharto tidak menjawab permintaan untuk memberikan tanggapan dari ICIJ dan mitra Indonesia organisasi ini, TEMPO.

Fadli Zon menjawab atas nama Prabowo bahwa perusahaan di Bermuda itu adalah perusahaan satu dolar. Prabowo Subianto disebutkan pernah menjadi direktur dan wakil pimpinan Nusantara Energy Resources yang berkantor di Bermuda.

Perusahaan yang terdaftar pada 2001 ini tercatat sebagai ‘penunggak utang’, dan ditutup pada 2004. Perusahaan di Singapura yang namanya juga Nusantara Energy Resources kini adalah bagian dari Nusantara Group, dan sebagian dimiliki oleh Prabowo, menurut media di Indonesia.

Fadli Zon, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, mengatakan Prabowo tak memiliki kaitan dengan Nusantara Energy Resources dan menyanggah bahwa perusahaan itu mengemplang pajak dan bahwa perusahaan itu tidak aktif sejak didirikan.

“Ini adalah perusahan satu dolar,” kata Fadli kepada mitra ICIJ di Indonesia, TEMPO.
Fadli juga mengatakan perusahaan itu dididirikan untuk eksplorasi minyak dan gas dan bahwa sejumlah politikus terlibat. Namun ia tidak tahu bagaimana keterlibatan mereka di perusahaan itu.(tempo/pojoksatu)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close