SUKABUMI

Pagi-pagi Santap Bubur Ayam, Warga Kecamatan Citamiang Keracunan

SUKABUMI-Sejumlah warga di Kelurahan Tipar dan Citamiang Kecamatan Citamiang Kota Sukabumi, terpaksa dilarikan ke RSUD R. Syamsudin SH Kota Sukabumi, Minggu (5/11).

Mereka mengeluhkan sakit diare disertai muntah-muntah setelah mereka diduga menyantap bubur ayam milik salah seorang tukang bubur berinisial ON, warga Kampung Citamiang, Pancurantujuh RT2/6 Kelurahan Citamiang Kecamatan Citamiang Kota Sukabumi.

Pantauan radarsukabumi.com, sejak pukul 12.00 WIB, hingga pukul 16.00 WIB, warga yang mengeluhkan sakit diere dan muntah-muntah terus berdatangan ke RSUD R. Syamsudin SH.

Diantaranya bahkan ada yang pingsan. Laporan Humas RSUD R. Syamsudin menyebutkan ada sekira 17 warga yang saat ini dirawat, empat diantaranya anak dan balita. Jumlah ini diprediksi terus bertambah, mengingat masih banyak masyarakat yang dilaporkan memakan bubur tersebut. Bahkan, ada sekitar empat orang yang saat ini dirawat di Rumah Sakit Al-Mulk Kecamatan Lembursitu Kota Sukabumi.

Sampai saat ini pihak Dinas Kesehatan Kota Sukabumi belum bisa mempublikasikan dan memastikan secara medis terkait alasan keracunan warga. Hal tersebut karena sample bubur masih dalam proses uji laboratorium dan harus menunggu satu minggu kedepan.

Salah seorang korban, Tanjil (29) warga Pancurantujuh RT 6 RW 2, mengaku sudah terbiasa memakan bubur di tempat yang saat ini diduga menjadi penyebab keracunan warga tersebut. Namun, berbeda dari biasanya, tadi pagi tepatnya pukul 07.00 WIB, setelah menyantap bubur ayam itu ia langsung merasakan sakit di perut, diare dan kemudian muntah secara terus menerus.

“Awalnya tidak menduga, dan hanya berfikir masuk angin saja, tapi setelah yang lain juga merasakan hal yang sama baru sadar mungkin ini keracunan akibat makan bubur ayam tadi,”akunya.

Tanjil mengatakan, harga bubur ayam milik ON dibandrol Rp 4000 hingga Rp5000 per mangkoknya. Ia dan warga lain tidak menyimpan rasa buruk sangka terhadap ON. Ini karena ON selama ini sudah cukup dikenal apik terhadap bubur dagangannya.

“Gak percaya, ini mungkin kecelakaan. Karena sebelumnya sudah 10 tahun tidak terjadi apa-apa dan warga terus membeli bubur ke yang bersangkutan,”ungkapnya.

Lurah Citamiang Yedi Mogalana menegaskan, kejadian ini murni kecelakaan. Meski demikian pihaknya akan menunggu hasil tes laboratorium dinas kesehatan.”Mudah-mudah├án dinas kesehatan bisa memeriksa yang terjadi. Apa betul dari bubur yang ada campuran atau tercambur dengan bahan lain. Soalnya bubur setahu saya tidak akan ada epek samping,” jelasnya.(subhan/radarsukabumi)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close