WISATA

Geopark Ciletuh Palabuhanratu

Mengejar Predikat Geopark Dunia

Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus berkomitmen dan memperjuangkan kawasan Geopark Ciletuh masuk dalam jaringan geopark dunia atau Unesco Global Geopark (UGG). Keputusan dari masuk tidaknya Geopark Ciletuh dalam jaringan geopark dunia pada akhir tahun nanti atau tepatnya pada 22 Desember 2017.

WAKIL Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar sangat optimism bila Geopark Ciletuh bakal diakui UGG. Alibinya karena Geopark Ciletuh telah memiliki potensi Geodiversity (keragaman geologi), Biodiversity (keragaman hayati) dan Culturdiversity (keragaman budaya) secara terintegrasi dan disejajarkan dengan taman kebumian yang ada diseluruh dunia serta menjadi destinasi wisata berskala internasional.

“Pada 2015 lalu, Geopark Ciletuh sudah diakui nasional. Tahun ini targetnya Unesco menetapkan Ciletuh ini menjadi Unesco Global Geopark sehingga bisa diangkat betul-betul menjadi destinasi pariwisata berkelas dunia,” kata Deddy Mizwar.

Untuk mencapai pengakuan tersebut, Pemprov Jabar melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jabar selaku penyelenggara, sudah mengadakan Ciletuh – Palabuhanratu Geopark Festival (CGF) pada 2016 lalu, atau tepatnya pada 27-28 Agustus 2016 di Pantai Batu Namprak, Ujung Genteng, Kabupaten Sukabumi. Tim Asesor dari Unesco sudah menilai dan mewawancarai masyarakat di kawasan Geopark Ciletuh tentang
potensi yang dimiliki geopark tersebut.

Dalam CGF tersebut, Pemprov membuat program yang langsung bersentuhan dengan masyarakat yaitu program pengenalan Homestay.

Masyarakat di kawasan Geopark Ciletuh sudah siapk untuk mejadi pelaku ekonomi dalam bidang penginapan.
Ditempat terpisah, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan ingin belajar industri budaya dari Bali, yang dinilainya belum bisa berjalan teguh meski obyek wisata di Jabar tak kalah bagus.

Menurut dia, industri budaya terjadi ketika pelaku yang berkreasi dan mencipta memperoleh apresiasi memadai yang bisa menjadi sumber penghidupannya.

”Ketika orang mau melihat dan membayar pertunjukan budaya, itulah industri budaya di mata saya. Dengan posisi demikian, maka budaya pun terpelihara,” katanya.

Aher mengatakan, budaya di Jawa Barat belum bisa menciptakan timbal balik ekonomis semacam itu, sehingga daya tariknya belum sekuat budaya Bali.

”Banyak hal yang bisa kami pelajari dari pariwisata Bali. Selain pengelolaan industri, kami lihat infrastruktur wisatanya memadai karena diuntungkan geografis obyek wisata yang berdekatan,” katanya.

Pantai di Bali, kata dia, berdekatan satu sama lainnya sementara akses transportasi sudah demikian lancar baik dari dalam atau pun luar negeri. Bandara internasional sudah ada, sehingga semua rute penerbangan dari dalam/luar negeri telah tersambung.

”Jawa Barat baru punya bandara internasional yang memadai paling cepat akhir 2017 atau awal 2018. Jadi, sekalipun pantai-pantai di Jabar Selatan tak kalah bagus dari Bali, aksesnya yang belum bagus sehingga kunjungan wisatawan asing belum optimal,” katanya.

Gubernur Jabar menambahkan, konstur jalan di dekat pantai Jabar Selatan pun sangat menantang. Terdapat belokan hingga 180 derajat, jalan berkelok-kelok, tanjakan berbukit, dan banyak lagi. ”Tapi sarana jalan utama sepanjang Jabar Selatan itu sudah kami perbaiki. 430 km jalan di Jabar Selatan sudah kami bangun dengan kemantapan jalan sangat baik pada 2015 lalu,” katanya, seraya mengatakan kelayakan jalan kawasan tersebut terpanjang di Pulau Jawa.

Padahal, kata Aher, pada tahun 2008, kelayakan jalan di kawasan selatan Pulau Jawa terpanjang oleh Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Banten. (**)

Tentang Geopark Ciletuh

Terletak di Desa Ciwaru Kecamatan Ciemas Kabupaten Sukabumi Jarak dari Jakarta 193 KM
Jarak Dari Bandung 207 KM Geopark adalah taman alam batuan purba tua.
Batuan-batuan purba tersebut telah mengalami pelapukan sejak jutaan tahun lalu.

 

Ada Apa Saja di Geopark?

KERAGAMAN GEOLOGI

Air Terjun

 

Bentang Alam

Bentang Alam dari Cikalapa
Titik pandang dari Mekarsari
Titik Pandang dari Pamoyanan
Titik Pandang dari Giri Mukti
Titik Pandang dari Panenjoan
Pemandangan dari Cikiara

Pulau Kecil

Karang Daeu
Pulau Kunti
Pulau Manuk
Pulau Mandra

Batu Unik

Batu Alien
Batu Batik
Batu Kodok
Batu Nunggul
Batu Singalaut
Batu Badak
Batu Buaya
Batu Komodo
Batu Pagar
Batu Banteng
Batu Kerbau

Batu Kura-Kura
Batu Punggung Naga

Gua Laut

Gua Laut Kunti
Gua Laut Sodong Parat

Keragaman Hayati

Kawasan Budidaya
Kawasan Konservasi

PANTAI
Pantai Batu Nunggul
Pantai Cikalapa
Pantai Sodong Parat
Pantai Cibulakan
Pantai Cikepuh
Pantai Ombak Tujuh
Pantai
Ujunggenteng
Pantai Cikadal
Pantai Citirem
Pantai Palangpang

GEYSER
Geyser Cisolok

KERAGAMAN BUDAYA
Batik Pakidulan
Tradisi dan Kesenian
Kerajinan Tangan dan Makanan
Tradisional
Sejarah dan Situs Budaya

Berdasarkan inisiatif UNESCO pada 1992 di Rio de Janeiro Brazil, mendukung pembentukan geopark merupakan tanggapan terhadap keinginan banyak negara untuk meningkatkan nilai warisan bumi, dimana pengetahuan geologi menjadi saksi dari sejarah kehidupan.

Pembentukan Jaringan Global Geopark Nasional dengan sasaran:
1. Konservasi lingkungan
2. Pendidikan ilmu kebumian secara luas
3. Penumbuhan dan pengembangan ekonomi lokal secara berkelanjutan.

 

A1. Pantai Karang Naya
A2. Geyser Hotspring Cisolok
A3. Kasepuhan Cipta Mulya
A4. Kasepuhan Sinar Resmi
A5. Kasepuhan Cipta Gelar
A6. Situs Pangguyangan
A7. Situs Cengkuk
A8. Titik pandang Teluk Palabuhanratu dari Cikakak
B1. Titik pandang Teluk Palabuhanratu dari Puncak Habibie
B2. Pantai Karanghawu
B3. Pantai Cimaja
B4. Inna Samudera Beach Hotel
B5. Pantai Citepus
B6. Rafting S. Citarik
B7. Cagar Alam Tangkuban Parahu
B8. Gua Lalay
C1. Jembatan Bagbagan
C2. Pantai Loji
C3. Vihara Dewi Kwan Im
C4. Pos Pengamatan Bulan
C5. Perkebunan Teh
C6. Perkebunan Buah Naga
C7. Titik Pandang Teluk Palabuhanratu & Teluk Ciletuh dari Cikalapa
C8. Titik Pandang Teluk Ciletuh dari Puncak Darma
D1. Pantai Palangpang
D2. Tanjung & Gua Sodong Parat
D3. Pantai Cikepuh
D4. Batu Naga dan Batu Batik
D5. Pantai Batununggul
D6. Komplek Batuan Unik
D7. Komplek Melange Gunung Badak
D8. Pulau Karang Daeu
D9. Pulau Mandra
D10. Pulau Manuk
D11. Hutan Konservasi Mangrove dan Budidaya Ikan Sidat

E1. Suaka Margasatwa Cikepuh
E2. Komplek Batuan Ofiolit Tegal Pemakanan
E3. Komplek Batuan Metamorfik Pasir Luhur
E4. Komplek Batuan Ofiolit Gunung Beas
F1. Curug Cimarinjung
F2. Curug Sodong
F3. Curug Cikanteh
F4. Titik pandang mega amfiteater dari Mekarsakti
F5. Curug Awang
F6. Curug Tengah
F7. Curug Puncakmanik
F8. Titik pandang mega amfiteater dari Panenjoan
F9. Makam Mbah Durak
F10. Hutan Konservasi Cipeucang
F11. Titik pandang mega amfiteater dari Cekdam
F12. Titik pandang mega amfiteater dari Puncak Tugu
G1. Curug Puncakjeruk
G2. Curug Luhur
G3. Curug Nangsi
G4. Gua Cukcrukan
G5. Gua Monyet
G6. Gua Maung & Lava Bantal Cikarang
G7. Bunker Jepang
G8. Kekar Kolom
G9. Curug Puncakjeruk
G10. Curug Gentong
H1. Konservasi Penyu
H2. Pantai Ujunggenteng
H3. Reruntuhan Dermaga Belanda
H4. Pantai Muara Cikarang
H5. Kampung Batik Purwasedar
H6. Curug Lugur Cigangsa
H7. Gua Gunungsungging
H8. Curug Cikaso
H9. Pantai Karang Bolong

 

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close