KABUPATEN SUKABUMI

KPK Mulai Garap Sukabumi

CIBADAK – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya turun ke Kabupaten Sukabumi. Empat petugas lembaga antirasuah ini mendatangi Kantor Kecamatan Cibadak di Jalan Siliwangi, Kelurahan/Kecamatan Cibadak, sekitar pukul 14.30 WIB, kemarin (25/10).

Pantauan Radar Sukabumi, empat petugas KPK yang datang ini terdiri dari dua wanita dan dua laki-laki. Mereka menunggangi Inova hitam bernopol B 1018 PRS.

Pakaian yang mereka kenakan kali ini tanpa dilapisi rompi, mereka hanya mengenakan kemeja yang disandingkan dengan bawahan hitam.

Atas kedatangan petugas tersebut, sejumlah pihak pun menduga, turunnya KPK ke Kabupaten Sukabumi untuk menindak lanjuti laporan masyarakat Sukabumi ke KPK, belum lama ini.

Seperti halnya kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pengadaan Alkes di RS Sekarwangi. Pasalnya, tersiar informasi bahwa laporan itu akan segera ditindak lanjuti oleh KPK.

“Iya, kami mendengar KPK hari ini di Kabupaten Sukabumi. Semoga saja, kedatangan mereka untuk menindak lanjuti laporan kami atas dugaan Tipikor di RS Sekarwangi belum lama ini,” ujar Ketua LSM Bangun Kesejahteraan Rakyat Sukabumi, Asep Juanda kepada Radar Sukabumi.

Asep mengaku telah mendapat konfirmasi dari KPK atas persoalan yang dilaporkannya. Berdasarkan konfirmasi itu, laporan dugaan Tipikor Alkes pada tahun 2014 akan segera ditindak lanjuti.

“Mereka meminta data tambahan, kami sudah berikan,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekmat Cibadak, Wawan Gunawan membenarkan bahwa ia kedatangan empat petugas KPK. Ia meyakini empat orang itu dari KPK, setelah melihat dokumen resmi yang mereka bawa.

“Dari identitas dan surat tugasnya, keempatnya adalah petugas dari KPK,” timpalnya.

Kendati demikian, lanjut Wawan, kedatangan dua wanit dan dua laki-laki itu bukan untuk menindak lanjuti laporan dugaan Tipikor dari masyarakat Sukabumi, melainkan untuk menelusuri aset salah seorang politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Yudi Widiana Adia yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka pada kasus suap proyek di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Dari hasil pengembangan mereka, Yudi disinyalir memiliki aset tanah di Kabupaten Sukabumi, tepatnya di wilayah Desa Ciheulang Tongoh, Kecamatan Cibadak.

“Mereka akan menelusuri aset Pak Yudi, informasinya ada di Desa Ciheulang Tongoh. Tapi kami belum tahu persis,” singkatnya. (ren)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close