KABUPATEN SUKABUMISUKABUMI

Ratusan Gudang ‘Bodong”

SUKABUMI – Lebih dari seratus unit gudang distirbutor dari berbagai usaha perdagangan yang tersebar di wilayah Kabupaten Sukabumi, diduga belum memiliki izin. Keberadaan seluruh tempat penyimpanan tersebut mengangkangi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 90 tahun 2014.

Berdasarkan hasil penelusuran Petugas Pengawasan Barang dan Jasa Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM (Disperdagkop UKM), menunjukan gudang-gudang yang belum terdaftar pada kelembagaannya tersebut pada umumnya dikelola oleh perusahaan yang bergerak dibidang perdagangan makanan, minuman serta produk kebutuhan rumah tangga.

Seluruh bangunan tersebut telah beroperasi lebih dari dua tahun, namun tidak pernah terdaftar secara resmi di intansi pemerintah daerah. “Diperkirakan jumlahnya mencapai lebih dari seratus unit,” ungkap Kepala Seksi Distribusi Tertib Niaga dan Pemberdayaan Konsumen Disperdagkop UKM Kabupaten Sukabumi Iwan Wiriawan.

Menurut Iwan, gudang yang wajib terdaftar di pemerintah daerah adalah bangunan yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan atau keluar-masuknya sebuah produk yang akan diedarkan kepada masyarakat. Ketentuannya adalah bangunan gudang yang berdiri diatas lahan seluas lebih dari 100 M2.

“Hasil pendataan sementara menunjukan jumlah keseluruhan bisa mencapai lebih dari 100 unit. Dari jumlah tersebut hanya sekitar enam unit gudang saja yang benar-benar terdaftar, itupun yang berada di dalam kawasan industri.

Dimana izin operasionalnnya satu paket dengan izin beroperasinya pabrik,” kata Iwan.

1 2Laman berikutnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close