POLITIK

KPU Diminta Profesional

JAKARTA— Ketua KPU RI Arief Budiman mengatakan kompetisi ketat Pilkada Serentak 2018 akan mempengaruhi laju kompetisi Pemilu Serentak 2019.

Demikian disampaikan Arief dalam acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Laporan Dana Hibah Pilkada 2018 yang digelar di Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (10/10).

Dari segi anggaran, Arief mengatakan, KPU bukan satu-satunya lembaga yang akan menerima anggaran untuk pilkada dan pemilu.

Jika digabungkan dengan anggaran Bawaslu untuk pengawasan pemilihan dan pemilu, anggaran Polri dan TNI dari segi pengamanan, serta anggaran pemerintah untuk melakukan kegiatan supporting, maka akan sangat banyak dana yang berputar dalam penyelenggaraan pemilihan.

“Uang rakyat yang dikelola terlalu besar kalau kita tidak bisa menyelenggarakan pemilu dengan baik. Belum lagi anggrannya peserta pemilu, partai politik, pasangan calon.

Jadi akan banyak uang yang berputar dalam pelaksanaan pemilihan di tahun 2018,” ujar Arief seperti dilansir dari laman KPU.

Sementara itu dari segi pemilih, Arief mengatakan akan ada 158 juta pemilih yang akan diperebutkan suaranya oleh peserta pemilihan pada Pilkada 2018.

Untuk menyikapi hal itu, Arief meminta kepada jajaran KPU yang hadir dalam bimtek tersebut untuk tetap bekerja profesional.

Tidak hanya itu Arief juga meminta jajarannya untuk bekerja sesuai dengan azas akuntabel, independen, serta berintegritas dalam setiap tahapan pemilihan yang berlangsung.

“Kompetisi di 2018 akan sangat ketat. Karena dia akan mempengaruhi laju kompetisi Pileg, Pilpres di 2019.

Maka KPU harus betul-betul menjaga selalu mampu bekerja profesional, akuntabel, independen, berintegritas. Dari segi anggaran, data pemilih dan personilnya,” pungkasnya. (rmol.co)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close