SUKABUMI

PNS Pemkab Ditangkap, Terkait Kasus Senjata Ilegal

SUKABUMI – Satreskrim Polres Cianjur menciduk Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemkab Sukabumi. Informasi yang dihimpun Radar Sukabumi, abdi negara tersebut diketahui bernama Wanda Febrian Akbar (28). Ia ditangkap bersama dua orang lainnya yakni Dadang Sudarman (41) yang bekerja sebagai security dan Wawan Gunawan (42) pekerjaan wiraswasta.

Penangkapan tersebut, merupakan hasil pengembangan setelah tujuh orang sebelumnya yang terbukti memiliki belasan senjata api.

Dari pengembangan tersebut, sebuah senjata Pen Gun dan Revolver One Shot One Gun mini berhasil diamankan di sebuah rumah di kawasan Cisaat Sukabumi.

Tapi, terkait penangkapan salah satu PNS dilingkungannya, Wakil Bupati Sukabumi, Adjo Sardjono buru-buru membantah adanya PNS yang di tangkap Polres Cianjur karena kedapatan memiliki senjata api dan amunisi Ilegal. Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) itu langsung melakukan pengecekan ke Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) atas keterlibatan ASN itu.

“Betul ada nama Wanda Febrian Akbar, tapi bukan PNS. Tapi yang bersangkutan adalah pegawai Desa Nagrak Kecamatan Cisaat,” jelasnya kepada Radar Sukabumi, Selasa (3/10).

Kendati demikian, jika memang terdapat PNS yang melanggar hukum, dirinya tidak segan-segan bakal memberikan sanksi administratif dan diproses secara hukum. “Jika memamg ada, biarkan di proses secara hukum dan sanksi administratif pun akan dikenakan oleh atasannya dan BKPSDM,” tegasnya.

Sementara itu dari pengakuan salah satu tersangka yang juga merupakan pembuat, Asep Mulyana (42) mengaku, ia butuh waktu satu bulan untuk mengerjakan senjata langka jenis Pen Gun.

“Untuk pengerjaan senjata jenis Pen Gun, saya membutuhkan waktu satu bulan. Senjata ini memang sedikit langka dan saya baru satu mengerjakan barang pesanan ini. Dimana, harga untuk satu unitnya saya bandrol Rp300 ribu,” terangnya.

Kasatreskrim Polres Cianjur, AKP Benny Cahyadi, mengatakan, setelah mengamankan para pelaku pembuat senjata api ilegal, pihaknya juga mengamankan para pemesan dan pembelinya.

“Penangkapan ini berlanjut dari pengembangan terhadap pelaku dan jaringan yang telah ditangkap sebelumnya. Dan tak menutup kemungkinan, beberapa hari ke depan akan ada penangkapan tersangka baru,” tegasnya.(cr15/ndk/t)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close