Kota Sukabumi

Minapadi Diklaim Tingkatkan Kesejahteraan Petani

SUKABUMI – Pola pertanian terpadu atau dikenal dengan istilah minapadi. Diklaim dapat menjadi program unggulangan untuk meningkatkan kesejahteraan para petani Kota Sukabumi. Pasalnya, konsep pertanian minapadi itu perpaduan antara menanam padi serta ikan dalam satu musim tanam.

“Dengan mengombinasikan pertanian padi dengan budi daya ikan, maka petani setiap satu musim panen memiliki dua penghasilan. Mereka (Petani, red) tak lagi menunggu punya penghasilan dari panen padi saja, tapi setiap bulan bisa menjual benih atau ikan besar yang dibudidayakan di lahan sawah itu,” ungkap Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, Hanafie Zain kepada Radar Sukabumi, Senin (25/9/2017).

Selain itu, lanjut Hanafie, konsep minapadi juga diyakini oleh dirinya bisa menekan sistem ijon yang selama ini kerap merugikan para petani.

Ijon marak bermunculan karena selama masa tanam hingga masa panen, para petani tak memiliki penghasilan lain.

Oleh karena itu, Pemkot Sukabumi akan berupaya agar sistem ijon seperti itu diberantas agar para petani bisa lebih sejahtera.

“Dari masa tandur hingga panen butuh waktu sekitar tiga atau empat bulan dan masa itu bisa dimanfaatkan untuk mencari pemasukan tambahan dan budi daya ikan menjadi solusinya. Karena, kan selama itu para petani hanya menunggu dan mengandalkan panen,” ujarnya.

Menurut Hanafie, luas lahan pertanian di Kota dan Kabupaten Sukabumi yang sudah menerapkan konsep minapadi itu, kurang lebih sekitar 1.000 hektare. Sedikitnya terdapat 17 hingga 40 kelompok tani yang sudah mengelolannya atau menerapkan program tersebut. Hasilnya, program itu dapat meningkatkan pendapatkan para petani yang berada dari setiap kelompok itu.

“Intinya, kita coba ubah pola pertaniannya. Kita berikan teknologinya, pembimbingnya, dan modalnya tanpa bunga. Mudah-mudahan saja, ditahun ini luas pertaniannya semakin bertambah. Dari 1.000 hektare menjadi 3.000 hektare lebih,” terangnya.

Untuk memudahkan para petani, kata Hanafie, program perpadua menanam padi sekaligus membudidayakan ikan akan dibantu oleh intanasi lain.

Agar kendala merealisasikan konsep pertanian itu tidak memberatkan para petani. Artinya, tidak menjadi beban baru dalam sisi permodalannya.

“Insya Allah, pola penerapan minapadi ini kita kerja samakan dengan BUMR pangan terhubung yang beberapa waktu lalu dikunjungi presiden. Kita coba ubah pola pertanian tradisional dengan yang lebih inovatif. Caranya mengombinasikan pertanian dan perikanan,” ucapnya.

Sementara itu, Jaenudin salah satu pengurus kelompok pertanian di Kota Sukabumi mengaku, dirinya juga memiliki anggaran yang sama. Bahwasanya program perpaduan itu dapat mendorong peningkatan pendapatan para petani. Namun, para petani dihadapkan kendala permodalan ketika memasuki musim tanam padi.

“Bisa saja. Tapi kan modal kita harus besar. Karena modal pertanian padi dan juga ikan harus ada. Kecuali, program ini difasilitasi oleh pemerintah atau lembaga lain untuk permodalannya dan juga peluang pasarnya juga disediakan,” katanya.

(Cr5/d)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close