SUKABUMI

PKB Cari Gerbong, Berpeluang Merapat Ke Koalisi Golkar-PDIP

CIKOLE— Meski belum menentukan sikap politik untuk pilwalkot 2018, namun sikap politik Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sudah mulai bisa dilihat. Sikap politik yang menginginkan pemimpin baru di Kota Sukabumi, menjadi pertanda bahwa PKB tak akan kembali ke pormasi koalisi lama seperti pilwalkot tahun 2013 lalu.

Berdasarkan komunikasi politik yang dilakukan baru-baru ini, PKB sangat dimungkinkan untuk merapatkan barisan ke Golkar atau PDI Perjuangan dan atau mencari gerbong lain yang dianggap akan menciptakan pemimpin baru untuk Kota Sukabumi.

“Memang orang baru yang akan kita usung dan dukung. Tapi untuk siapanya kami belum menentukan,” ujar Sekertaris Dewan Syuro PKB Kota Sukabumi, Usep Ubaedilah saat ditemui di kantor DPRD Kota Sukabumi, kemarin (6/9).

Dirinya mengatakan belum ada dukungan dari PKB untuk salah satu pasangan atau pun koalisi partai. Dirinya tidak akan tergesa-gesa untuk menentukan sikap politik. “Kami cuman punya kriteria pemimpin untuk Kota Sukabumi dan saat ini sedang mencari,” ungkapnya.

Bahkan pria yang akrab disapa Utek itu secara tegas menginginkan pemimpin Walikota dan wakil Walikota Sukabumi mendatang berasal dari kalangan politisi dan birokrat. Alasanya, seorang politisi itu lebih luwes untuk bergaul dan berkomunikasi dengan masyarakat.

Juga lebih panjang dalam rangka mensejahterakan masyarakat, karena secara otomatis Walikota itu kepanjangan tangan daripada masyarakat. Sementara kalangan birokrat sebagai pendukung untuk membantu melaksanakan adminitrasi pemerintahan yang telah ditentukan oleh aturan. “Jadi kami menginginkan kombinasi Politisi dan Birokrat untuk memimpin Kota Sukabumi. Saat ini kami sedang mencari figur itu,” jelasnya.

Utek juga berharap untuk posisi Walikota itu berasal dari kalangan Politisi sedangkan untuk Wakil walikot dari birokrat saja. Dirinya menegaskan untuk kewenangan dan kebijakan yang dikeluarkan oleh politisi itu bisa menghasilkan kebijakan yang cepat juga tepat sasaran.

“Ya itu harapan kami untuk pemimpin kedepan, kalau pun ada masukan dan keinginan dari masyarakat PKB siap untuk menampung aspirasi dan berdiskusi,” ujarnya.
Lebih lanjut dirinya mengatakan PKB sendiri sampai saat ini belum bisa menentukan arah politik untuk Pilkada 2018.

Utek akan menentukan sikap setelah adanya legalitas formal dari masing-masing kepengurusan partai tertinggi. “Ya kan persyaratan utama itu mencalonkan itu SK dari DPP masing-masing. Sebelum adanya itu kita melihat saja pergerakan. Jika memang jelas legalitasnya baru kita akan bersikap,” jelasnya. (bal)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close