Pemkab Sukabumi

Dikritik, …….Adjo: Semua Peduli Sukabumi

CIBADAK – Banyaknya masyarakat dan juga aktivis Sukabumi yang mengkritik Pemerintah Kabupaten Sukabumi saat ini membuat Wakil Bupati Sukabumi, Adjo Sardjono angkat bicara. Adjo menilai, segala bentuk kritikan yang diterimanya masih merupakan hal wajar.

“Selama kritikan itu untuk hal kebaikan, ya kita terima. Wajar kalau banyak yang mengkritik terhadap kebijakan,” ujar Adjo Sardjono kepada Radar Sukabumi, belum lama ini.

Diakui Adjo, banyak kritikus yang menghendaki perubahan dengan cepat. Padahal, dalam hal pemerintahan, semuanya butuh proses atau tidak bisa seperti membalikan telapak tangan. Artinya, publik harus mengerti akan dinamika atau regulasi yang berlaku. “Tidak bisa seperti membalikan telapak tangan, semuanya butuh proses. Ini harusnya dimengerti oleh semua,” imbuhnya.

Sebagai salah satu contoh lanjut mantan Sekda Kabupaten Sukabumi ini, ialah dengan masih banyaknya rumah tidak laik huni (RTLH). Pemerintah Kabupaten Sukabumi, tentunya tidak bisa secara serentak melakukan perbaikan.

Saat ini, Pemda Kabupaten Sukabumi baru mampu mengalokasikan setiap Desa dua rumah. “Hal ini karena anggaran kita yang terbatas. Sebagai bentuk solusinya, RTLH ini digilir. Artinya semua ini butuh proses,” bebernya.

Adjo mengaku, banyak kritikan yang substansinya menghendaki proses perubahan yang cepat tanpa memperhatikan regulasi. Untuk menjawab kritikan tersebut, selain terus bekerja menjalankan amanat kepemimpinan, juga pihaknya terus berusaha untuk mendapatkan anggaran lebih dari pemerintah pusat.

“Untuk Jamkesda saja, alokasi anggaran kita Rp60 miliar dan itu tidak cukup. Sementara PBB kita, baru diangka Rp43 miliar. Artinya masih banyak yang kurang. Makanya kita, terus berusaha untuk mendapatkan bantuan anggaran dari Pemerintah Pusat,” bebernya.

Diakui Adjo, hal positif dari banyaknya pihak yang mengkritik adalah kepedulian semua pihak terhadap kemajuan Kabupaten Sukabumi. “Artinya, banyak yang peduli terhadap kemajuan daerah kita. Semoga, mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang lebih baik berjalan dengan lancar,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Divisi Informasi dan Publikasi Lembaga Kajian Kebijakan dan Transparansi Anggaran Sukabumi (LK2TAS), Bakti Danurhadi menilai, banyaknya pihak yang melakukan kritikan terhadap pemerintah menjadi tanda pemerintah saat ini banyak yang memperhatikan.

Artinya, masyarakat ikut memikirkan bagaimana Sukabumi lebih baik. “Kritikan itu obat, jangan sampai disalah artikan oleh pemerintah. Semakin banyak yang mengkritik, berarti semakin banyak yang peduli terhadap kemajuan Kabupaten Sukabumi. Semoga saja, dengan kritikan yang terus didengungkan, cita-cita Sukabumi lebih baik bisa terwujud,” singkatnya berharap. (ren)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close