Home / RUBRIK / RAMADAN / Ponpes Sunanul Huda
BERDIRI SEJAK 1936:Ponpes Sunanul Huda di Kampung Cikaroya RT 52/11 Desa Cibolang Kaler Kecamatan Cisaat.

Ponpes Sunanul Huda

Saksi Perjuangan Bangsa

CISAAT-Pondok pesantren (ponpes) kerap kali erat kaitannya dengan perjuangan bangsa saat merebut kemerdekaan. Halnya Ponpes Sunanul Huda yang berdiri pada tahun 1936 ini menjadi saksi sejarah perjuangan bangsa Indonesia dan menjadi pusat penyebaran agama Islam di Sukabumi.

Di pesantren inilah, generasi bangsa ditempa berbagai macam ilmu pengetahuan dan agama.

Pasca meninggalnya sang pendiri, KH Uci Sanusi, ponpes Sunanul Huda dilanjutkan oleh KH Buyanudin Dadun Sanusi. Setelah Buyanudin, kini ponpes yang berada di Kampung Cikaroya RT 52/11 Desa Cibolang Kaler Kecamatan Cisaat itu dipimpin KH E Solahudin Sanusi.

Hingga saat ini ribuan santri dari berbagai daerah menimba di ponpes ini.

Salah satu pengurus ponpes Sunanul Huda, Iyan Mahpudin mengatakan, sebelum membuka pendidikan formal seperti

KH Uci Sanusi

KH Buyanudin Dadun Sanusi

KH E Solahudin Sanusi

KH E Solahudin Sanusi

KH E Solahudin Sanusi sekarang ini, ponpes terkenal dengan Salafinya. Para santri hanya difokuskan mempelajari kitab-kitab kuning dan kegiatan keagamaan lainnya (Ahlussunnah Wal Jamaah).

“Pada tahun 1997 kita baru buka pendidikan formal, itu karena desakan dan keinginan masyarakat. Dulu ponpes ini terkenal dengan Salafi-nya,” ujar Iyan Mahpudin saat ditemui Radar Sukabumi, kemarin (12/6).

Iyan bercerita bagaimana perjuangan sang pendiri, KH Uci Sanusi dalam membangun ponpes itu. Mendirikan pusat kajian keagamaan ditengah-tengah situasi negeri dalam kondisi tertekan oleh bangsa lain karena penjajahan. Hal itu tentunya tidak mudah, perlu perjuangan yang sangat luar biasa.

“Namun atas pertolongan dan izin Allah, meskipun saat itu kondisinya sulit tapi Alhamdulillah pondok pesantren ini akhirnya terwujud,” imbuhnya.

Atas perjuangan yang luar biasa itulah lanjut Iyan, ponpes semakin maju dan berkembang. Pendidikan formal itu dimulai tingkat dasar sampai atas dan pengajian kitab kuning sampai Tafsir. Tak heran, bila santri yang menimba ilmu di sini tidak hanya dari Sukabumi saja tapi sampai ada dari luar Pulau Jawa.

“Alhamdulillah, santri di sini sampai ada dari Papua. Mungkin ini hasil perjuangan dahulu. Semoga para pendiri mendapatkan pahala atas kebaikan ini,” singkatnya. (ren)

loading...

About admin

x

Check Also

Lebih dekat dengan Ponpes Modern Assalam2

Gelar Buka Bersama, Santuni 1000 Anak Yatim dan Duafa WARUNGKIARA – Bulan ...