Home / RUBRIK / RAMADAN / Kiprah Ponpes Assobariyyah
AKRAB:(kiri ke kanan) KH Ahmad Nawawi Sadeli pengasuh ponpes Assobariyyah Sukabumi yang juga Alumni Ponpes Lirboyo bersama Kapolres Sukabumi Kota AKBP Rustam Mansur dan Walikota Sukabumi M Muraz dalam sebuah kegiatan.

Kiprah Ponpes Assobariyyah

Wajibkan Belajar ke Banyak Ponpes

SUKABUMI– Dengan semangat keagamaan serta pengabdian kepada masyarakat, pondok pesantren (ponpes) Assobariyyah berdiri pada tahun 1993 oleh Alm KH Ahmad Sobari bin Salim.

Semenjak didirikan, ponpes yang berada di Jalan RA Kosasih Kelurahan Babakan Kecamatan Cibereum Kota Sukabumi berkembang pesat sampai sekarang.

Ponpes dikelola alumni Ponpes Lirboyo Kota Kediri Jawa Timur yaitu KH Ahmad Nawawi Sadeli yang juga Ketua Pengurus Cabang (PC) Nadlatul Ulama (NU) Kota Sukabumi.

Disamping jumlah santri yang sudah mencapai 300 orang, Ponpes yang berhaluan islam Ahlussunnah wal Jama’ah NU itu juga memiliki majelis taklim yang memiliki anggota sampai 100 orang lebih.

“Ya, dulu saya pernah mondok di Ponpes Lirboyo. Setelah selesai, saya kembali ke Kota Sukabumi dan mengabdikan diri di Ponpes ini,” ungkap Nawawi.

Menurut Nawawi, seorang santri diharuskan mengenyam pendidikan sampai beberapa ponpes. Pasalnya, banyak ilmu keagamaan yang harus dipelajari oleh santri itu. Tentunya, bukan hanya tentang ilmu keagamaan saja akan tetapi juga ilmu tentang politik serta sosial.

“Iya begitu, soalnya banyak guru lebih bagus dan banyak rujukan. Soalnya, permasalahan umat itu sangat komplek sekali dan peran ulama itu sangat dibutuhkan untuk menyejukan dan meluruskan,” terangnya.

TIMBA ILMU:Ratusan santri Pondok Pesantren (ponpes) Assobariyyah di Jalan RA Kosasih Kelurahan Babakan Kecamatan Cibereum Kota Sukabumi.

Maka dari itu, Nawawi mengharapkan kepada setiap santri atau kaum sarungan untuk terus menimba ilmu agama bukan hanya dilakoni disalah satu ponpes saja. Akan tetapi menurutnya, menimba ilmu itu seperti kita yang sedang haus.

“10 guru itu masih kurang, segudang ilmu itu masih kurang juga. makanya, ada istlah kejarlah ilmu sampai ke Negeri Cina. Jadi, belajar ilmu itu tidak terbatas usia, waktu dan tempat, lakukan itu dengan sebaik-baiknya,” katanya.(Bal).

loading...

About admin

x

Check Also

Lebih dekat dengan Ponpes Modern Assalam2

Gelar Buka Bersama, Santuni 1000 Anak Yatim dan Duafa WARUNGKIARA – Bulan ...