Home / RUBRIK / RAMADAN / Kiprah Ponpes Al-Munawariyah 2
SEDERHANA:Pondok pesantren Al-Munawariyah 2 di Kampung Cibeber Desa Waluran Kecamatan Waluran. SUBHAN/RADARSUKABUMI

Kiprah Ponpes Al-Munawariyah 2

Kukuh dengan Sistem Tradisional

WALURAN – Meski tergolong sangat tradisional dan berada di pelosok, Pondok pesantren Al-Munawariyah 2 di Kampung Cibeber Desa Waluran Kecamatan Waluran, sudah mencatatkan prestasi membangun akhlak generasi muda sejak awal pendiriannya sekitar 1980 silam oleh KH. Dadun Abdul Kohar.

Tentunya model pendidikan pesantren yang mengedepankan Alquran dan kitab kuning. Meski santrinya tidak banyak yang dari luar daerah namun sejak awal pesantren tersebut dibangun telah membantu memberikan pilihan kepada orang tua di kampung tersebut untuk memberikan peluang anaknya mempelajari pendidikan islam. Kiprahnya ponpes terus terasa manfaatnya ditengah kesederhanaan fasilitas yang dimiliki.

Pimpinan Pesantren K. M. Ahmad Yani mengatakan, Ponpes Al-Munawariyah 2 tetap konsisten hingga sekarang menggunakan model pendidikan klasik untuk membangun ahlak santrinya.

Bahkan, hingga saat ini tidak banyak yang berubah meski para orang tua banyak yang memilih untuk menyekolahkan anaknya ketimbang di pesantren.

“Dari hingga sekarang tetap menawarkan pendidikan klasik meski pesantren lain sudah beralih menggunakan pola modern,” paparnya kepada Radar Sukabumi, kemarin (11/6).

Bermodalkan konsistensi ditengah sarana yang sederhana sehingga tidak menyurutkan untuk menjalankan pendidikan tradisional. Hal ini diakui Ahmad Yani untuk terus memberikan pendidikan kepada santrinya.

“Pesantren ini adalah amanah, untuk terus mengamalkan ilmu. Jadi, sudah alhamdulillah masih ada santri meski sudah banyak beralih ke pesantren modern,” ungkapnya.

Meski begitu, sejak generasi pertama kata Ahmad Yani, Ponpes tidak mempermasalahkan kepada santrinya untuk mendapatkan ilmu pengetahuan lain di sekolah umum. Namun, dengan catatan tidak meninggalkan pengajian yang biasanya dilaksanakan di pesantren.

“Meski kami menerapkan pesantren, namun tidak sedikit santri yang sekolah,” singkatnya.

TEKUN:Ponpes Al-Munawariyah 2 sudah mengenalkan dan mengajarkan baca Alquran bagi anak usia dini.SUBHAN/RADARSUKABUMI

Pesantren yang dikelola oleh generasi kedua, setelah pendiri pesantren meninggal 2002 silam. Sudah, mengajarkan beragam pendidikan akhlak melalui kajian Al-quran dan kitab kuning kepada masyarakat dilingkungannya. Salah satunya, para pengajar terus memberikan pengajian kepada masyarakat setiap minggunya.

Niatnya untuk mengamalkan ilmu, belajar waktu dipesantren soal agama, masih bisa belajar kembali meski sudah berkeluarga dengan mengikuti pengajian rutinan setiap minggu,” katanya.

Bahkan, kata Ahmad Yani Khusus di bulan ramadaan, dari anak usia dini hingga santri yang dewasa mengikuti pengajian rutin setiap siang dan malam. Terutama Alquran dan kitab kuning.

“Bulan puasa, ngajinya full, siang selain anak anak santri dewasa juga mengaji, baru malam hari khusus untuk santri dewasa,” tukasnya. (cr10/d).

loading...

About admin

x

Check Also

Lebih dekat dengan Ponpes Modern Assalam2

Gelar Buka Bersama, Santuni 1000 Anak Yatim dan Duafa WARUNGKIARA – Bulan ...