Home / RUBRIK / NGOBROL SANTAI KEPARIWISATAAN / PEMANFAATAN SUMBER DAYA ALAM DAN GEOLOGI LEWAT KONSERVASI, EDUKASI DAN PARIWISATA (1)

PEMANFAATAN SUMBER DAYA ALAM DAN GEOLOGI LEWAT KONSERVASI, EDUKASI DAN PARIWISATA (1)

Gencarkan Sosialisasi dan Pendidikan Lingkungan

UNESCO mendukung Uuaya negara anggotanya untuk mendirikan Global Geopark di seluruh dunia termasuk Indonesia. Saat ini sudah ada 120 anggota UNESCO Global Geopark (UGG) di 33 negara, dua di antaranya terdapat di Indonesia yaitu Global Geopark Batur Kintamani Bali,dan Gunung Sewu Yogyakarta. Taka lama lagi Geopark Ciletuh-Palabuhanratu bakal diakui oleh UNESCO.

KARANG Bolong ini merupakan deliniasi (garis pemetaan, red) kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu, secara administrasi memang Kecamatan Cibitung belum termasuk, namun Geosite wisatanya sudah termasuk dalam deliniasi Geoaprk Ciletuh-Palabuhanratu.

Keberadaan Karang Bolong ini menjadi bagian dari penilaian UGG. UGG ini adalah sertifikasi penilaian terhadap Geopark untuk mendapat predikat Geopark Internasional di Kabupaten Sukabumi, yang awalnya hanya dua kecamatan yaitu Ciemas dan Ciracap, sekarang dikembangkan menjadi delapan kecamatan yaitu, Ciracap, Ciemas, Surade, Waluran, Simpenan, Palabuhanratu, Cikakak, dan Cisolok.

Tapi kadang-kadang, kebanyakan masyarakat Palabuhanratu kalau ditanya di rumahnya Geopark Ciletuh Palabuhanratu itu di mana? Jawabannya masih jauh di Jampang, padahal Palabuhanratu itu sendiri sudah masuk kawasan Geopark.

“Mudah-mudahan dengan adanya Kegiatan Ngobras ini teman-teman offroad OFPAK dan masyarakat dari kelompok lain yang hadir kali ini, bisa membantu menyosialisasikan kepada masyarakat mengenai pemahaman mereka tentang kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu,” tutur Ketua TIC Kabupaten Sukabumi Global Dadang Hendar Global, pada kegiatan Ngobras episode ke 20 di Kawasan Campinh Ground Greent Bel Karangbolong, Desa Cidahu, Kecamatan Cibitung, kemarin.

Apabila daerah geologi sudah disertifikasi UGG, maka daerah tersebut akan menajadi daerah yang diminati wisatawan Mancanegara, seperti yang sudah terjadi di 120 anggota UNESCO Global Geopark di 33 negara se-dunia. “Bagaimanapun sederhananya keadaan di sana, malah menjadi daya tarik tersendiri. Wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara dipastikan akan terjadi peningkatan kunjungan yang signifikan sehingga pertumbuhan ekonomi masyarakat akan terdongkrak,” kata Dadang.

Jadi sangat penting sekali geosite Karang Bolong ini diamankan, tinggal bagaimana meningkatkan pengetahuan SDM masyarakatnya. Kawasan Karang Bolong sangat bisa dijadikan kawasan edukasi, geologi, dan offroad.
“Dalam waktu dekat Kompepar Sukabumi bersama DPRD Jawa Barat, sedang berikhtiar mewujudkan offroad yang berwawasan lingkungan, dalam event GEO 4X4 Geopark Ciletuh-Palabuhanratu,” terangnya.

Kecamatan cibitung ini memiliki potensi alam yang luar biasa, seperti goa yang sudah disusuri yaitu Goa Awul. Goa Awul ini struktur didalamnya sangat tepat untuk edukasi geologi.

Sementara itu, isu atau wacana yang dikembangkan sekarang adalah pemanfaatan sumber daya alam dan geologi lewat konservasi, edukasi dan pariwisata alam yang berkelanjutan. Sebuah peluang yang harus dicermati bahwa Pantai Karang Bolong ini termasuk zona deliniasi Geopark Ciletuh-Palabuhanratu, dimana dalam proses pembangunan dan pengelolaan sumber dayanya diperlukan kontribusi dari berbagai komunitas yang bisa meramaikan sekaligus menambah khazanah di kawasan Karang Bolong.

Secara administratif, Pantai Karang Bolong berada di Kampung Cikawung Desa Cidahu Kecamatan Cibitung belum termasuk kawasan Geopark. Namun Kecamatan Cibitung ini bisa menjadi geosite penunjang Geopark, ditambah dengan Curug Cikaso, muara Cikaso dan juga Goa Awul yang sudah dieksplore disekitaran Curug Cikaso.

Posisi Goa tersebut berada dikawasan perhutani, dan ini bisa dikembangkan oleh komunitas-komunitas pariwisata. Kawasan Pantai Karang Bolong dan Goa Awul ini sekitar 60% masuk kawasan Perhutani. Perhutani sangat welcome dengan dijadikannya Goa Awul dan Pantai Karang Bolong sebagai destinasi wisata. (cr10/*)

Cegah Penambangan dengan Event Pariwisata

AKTIVITAS pertambangan masih terjadi di kawasan Karang Bolong. Hal itu dinilai dapat merusak kawasan Karang Bolong sebagai salah satu destinasi wisata dan penunjang UNESCO Global Geopark (UGG).

Totong perwakilan LSM AMMPLAS mengatakan, seklaipun pertambangan di kawasan Karang Bolong legal, atas nama masyarakat mereka menolak aktivitas tersebut. “Harga mati buat kami. Karena ini adalah objek wisata yang harus dikembangkan,” tegasnya.

Menurut dia, setiap kali ada pertambangan, perusahaan selalu berkoordinasi dengan OKP-OKP yang ada di Pajampangan, seharusnya jika memang legal, koordinasi dilakukan dengan camat, kepala desa, atau intansi-intansi yang lain. “Baru disampaikan kepada masyarakat bahwa perusahaan tersebut legal sesuai dengan ketentuan undang-undang,” katanya.

Dijelaskannya, sudah ada regulasi yang melarang adanya penambangan di sepanjang pantai 117 KM di Kabupaten Sukabumi, tapi kenyataannya masih ada entah pihak mana yang melegalkan, terakhir di Cikangkung sudah ditutup dan sekarang di Karang Bolong diharapkan program pariwisata bisa menjadi solusi.

Pihaknya membutuhkan dukungan semua pihak untuk pengembangan pariwisata dan penolakan terhadap penambangan di kawasan Karang Bolong. “Untuk menghindari eksploitasi tersebut, harus dibuat banyak even, khususnya event offroad,” pungkasnya.

Menurutnya, dengan pariwisata tidak akan terjadi perusakan keseimbangan lingkungan dengan ekosistemya. Tidak ada alasan untuk menolak bangkitnya kepariwisataan di Kabupaten Sukabumi dengan adanya Geopark Ciletuh-Palabuhanratu. “Kita harus bersatu untuk menolak eksploitasi, dan pariwsata itu lebih layak untuk tampil,” tegasnya

Nandi, perwakilan komunitas offroad OFFPAK sepakat dengan adanya program event di kawasan Karang Bolong untuk mencegah aktivitas penambangan. Menurutnya, untuk membuka destinasi wisata di Karang Bolong harus diadakan banyak kegiatan kepariwisataan, misalkan kegiatan konservasi yang melibatkan pelajar SMP dan SMA se-Jabar yang biasanya aktif di medsos, sehingga pesannya mudah tersampaikan. “Atau dengan event offroad juga bisa menjadi salah satu agenda rutin,” katanya. (cr10/*)

 

loading...

About admin

x

Check Also

Mengupas Sejarah Sukabumi (1)

Daerah Priangan Nan Subur, Kaya Potensi Wisata Ngobrol Santai (Ngobras) edisi ke-16 ...