Home / INTERNASIONAL / Mesir Ternoda Bom di Dua Gereja Meledak, Puluhan Tewas
BERSIMBAH DARAH: Kondisi Gereja St George's Coptic di Kota Tanta di Delta Sungai Nil (KHALED ELFIQI/EPA)

Mesir Ternoda Bom di Dua Gereja Meledak, Puluhan Tewas

Perayaan Minggu Palem di Mesir ternoda. Ada bom yang meledak di dua gereja yang sedang menghelat misa. Dua ledakan  itu setidaknya membunuh 36 orang dan melukai puluhan lainnya.

Bom pertama terjadi di Gereja St George’s Coptic di Kota Tanta di Delta Sungai Nil.  Ledakan kedua terjadi di luar Gereja St Mark’s Coptic di Alexandria. Dilansir dari TV setempat, aksi kejahatan ini membunuh setidaknya dua orang.

Saat ledakan terjadi, Paus Tawdros II, pemimpin Geraja Coptic, juga sedang menghadiri misa. Kantor berita negara mengabarkan kalau paus selamat. Sekretaris paus mengatakan kalau itu adalah bom bunuh diri. Pelaku meledakkan dirinya di luar gereja. Namun, penyelidikan masih berlanjut. Di Tanta, polisi masih mencari tahu apakah bom sudah berada di dalam gereja atau bom bunuh diri.

Gubernur propinsi Tanta, Ahmad Deif, mengatakan kepada Nile News kalau itu juga belum jelas. ”Antara bom bunuh diri atau bom itu ditaruh di dalam gereja,” katanya.

Jenderal Tarek Atiya, juru bicara kementerian dalam negeri Mesir mengatakan kepada AFP kalau ledakan di Tanta terjadi di dekat altar.

Diuktip CNN, ISIS mengklaim bertanggungjawab atas pembomban itu. Media Amag yang merupakan salah satu media grup teror itu menulis kalau ISIS melakukan aksi serangan ke gereja di Tanta dan Alexandria.

Kekerasan terhadap Gereja Kristen Coptic semakin meningkat tahun-tahun belakangan ini. Terutama sejak 2013 ketika militer menendang presiden terpilih dan melancarkan serangan melawan Islam garis keras. Beberapa pendukung Presiden Mohammed Morsi yang melesat dari Muslim Brotherhood, menyalahkan Kristen karena mendukung mundurnya Morsi.

Pada Desember tahun lalu, 25 tewas ketika sebuah bom meledak di Katerdal Coptic di Kairo, Mesir, saat misa. Pada Februari, militan ISIS mengancam akan melancarkan serangan lebih banyak kepada Coptik. Penganut Coptik berkisar 10 persen dari seluruh populasi di Mesir.

Gereja Ortodoks Coptic adalah Gereja Kristen utama di Mesir. Dikutip BBC, ini adalah salah satu aliran Kristen pertama di Holy Land.

Aksi kekerasan itu memicu kemarahan dari pemimpin agama di dunia. Paus Francis dijadwalkan akan Kairo, Mesir, bulan ini untuk bertemu pemuka agama lain termasuk kepala Gereja Ortodoks Coptic. ”Untuk saudara saya Paus Tawadros II, untuk Gereja Coptic, dan semua sahabat-sahabat saya di Negara Mesir, saya mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya. Saya berdoa untuk mereka yang tewas dan terluka,” kata Paus Francis.

”Tuhan akan mengubah hati mereka yang menyebarkan teror, kekerasan, dan kematian. Serta mengubah hati mereka yang memproduksi dan menghasilan senjata,” sambungnya.(BBC/CNN/tia)

loading...

About admin

x

Check Also

Era Vladimir Putin, Islam Berkembang Dengan Subur di Rusia

Islam berkembang di Rusia dengan subur. Versi Russia Today, di antara total populasi 144 ...