Home / INTERNASIONAL / Mesir Berlakukan Darurat Tiga Bulan, Setelah Dua Gereja Dibom
BERSIMBAH DARAH: Kondisi Gereja St George's Coptic di Kota Tanta di Delta Sungai Nil (KHALED ELFIQI/EPA)

Mesir Berlakukan Darurat Tiga Bulan, Setelah Dua Gereja Dibom

Presiden Abdel Fattah Al Sisi memberlakukan status darurat di Mesir pasca ledakan bom di dua gereja Kristen Koptik bertepatan dengan peringatan Minggu Palma. Kemarin (10/4) kondisi darurat berlaku mulai pukul 13.00 waktu setempat (pukul 18.00 WIB). Rencananya Mesir berada dalam situasi darurat selama tiga bulan.

”Perang melawan para militan akan membutuhkan waktu yang lama dan proses yang menyakitkan,” kata Sisi dalam pidatonya di istana kepresidenan sesudah memimpin rapat darurat Minggu (9/4). Dia mengimbau masyarakat tidak takut. Sebab, pemerintah telah melipatgandakan pengamanan di tempat-tempat strategis dan berbagai infrastruktur yang dianggap vital. Selain itu, pemerintah memperketat perbatasan.

Dengan mendeklarasikan status darurat, Sisi memberikan lebih banyak wewenang kepada militer dan polisi untuk mengamankan negara. Pada situasi darurat, pemerintah juga berhak membatasi aktivitas publik. Di antaranya, melarang masyarakat berkumpul dalam jumlah banyak di tempat umum. Pemerintah juga memantau komunikasi masyarakat dan bisa sewaktu-waktu memberedel media yang dianggap membahayakan.

Yehia Kedwani, salah seorang legislator Mesir, menyatakan bahwa status darurat itu perlu diberlakukan untuk mencegah munculnya serangan serupa. ”Berdasar regulasi yang berlaku pada masa darurat, polisi berhak menangkap tersangka selama 45 hari untuk keperluan interogasi,” katanya. Pada masa darurat, polisi biasanya melakukan penangkapan tersangka secara besar-besaran.
Kemarin ISIS mengklaim serangan di dua gereja itu sebagai ulahnya. Serangan bom pertama di Gereja Mar Girgis di Kota Tanta, sebelah utara Kota Kairo, mengakibatkan 28 orang tewas. Tak lama kemudian, serangan bom bunuh diri yang sempat terendus petugas terjadi di Katedral Saint Mark, Kota Alexandria. Ledakan kedua merenggut 17 nyawa.
Selain menewaskan sekitar 45 jemaat Kristen Koptik di Tanta dan Alexandria, ledakan dua bom itu mengakibatkan puluhan warga terluka. Kemarin jemaat di Alexandria menggelar doa arwah untuk para korban. ”Saya sangat sedih sampai tak bisa berkata-kata,” kata salah seorang jemaat perempuan yang hadir dalam balutan pakaian serbahitam.
ISIS yang kian tersudut di Syria dan Iraq karena perang antiteror global mulai menyasar negara lain sebagai palagan berikutnya. Termasuk Mesir. Demikian analisis Jantzen Garnett, pakar jihad pada Navanti Group. ”Mereka melancarkan serangan mematikan di berbagai tempat untuk membesarkan hati mereka sendiri dan menarik simpati kaum radikal,” paparnya.
Sementara itu, Paus Fransiskus yang rencananya berkunjung ke Mesir pada akhir bulan mengaku prihatin mendengar insiden yang mewarnai peringatan Minggu Palma. Kendati demikian, dia tidak akan membatalkan rencananya. Bapa suci umat Katolik itu tetap akan menyapa umat Kristen Koptik di Mesir. (AFP/Reuters/BBC/hep/c10/any)

loading...

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Korea Kian Genting, Rusia dan Tiongkok Siaga

Situasi di Semenanjung Korea kian genting. Kantor berita Interfax melaporkan jika militer ...