Home / INTERNASIONAL / Serangan Bom Kimia Syria Tewaskan 58 Warga Sipil
BIADAB: Foto yang dirilis kelompok oposisi menunjukkan seorang ayah yang membawa anaknya ke rumah sakit darurat di Khan Seikhoun, Provinsi Idlib, Syria. Bocah tak berdosa itu tewas karena serangan gas kimia yang diluncurkan rezim Bashar Al Assad. (AP PHOTO)

Serangan Bom Kimia Syria Tewaskan 58 Warga Sipil

Senjata kimia yang kembali mewarnai perang Syria ditembakkan dari sejumlah jet tempur di Kota Khan Sheikhoun, salah satu kantong oposisi di Provinsi Idlib. Oposisi Syria langsung mendesak PBB turun tangan.

Selain menewaskan tak kurang dari 58 warga sipil, serangan gas kemarin pagi itu mengakibatkan sekitar 300 orang harus dirawat di rumah sakit. Rata-rata korban mual dan muntah-muntah begitu menghirup gas beracun tersebut. Bahkan, ada yang mulutnya mengeluarkan busa dan pingsan. Kemarin Edlib Media Centre (EMC) merilis foto-foto para korban saat mendapat tindakan medis.

Dalam keterangan fotonya, EMC yang selama ini menjadi corong oposisi mengidentifikasi bahwa gas beracun yang merenggut puluhan nyawa warga sipil itu adalah sarin. Namun, SOHR belum bisa memastikan kebenaran identifikasi EMC tersebut. Investigasi oleh lembaga-lembaga independen masih berlangsung. Selain EMC, belum ada yang berani menyebutkan jenis gas beracun itu.

TIDAK BERSALAH: Anak-anak Syria ini menjadi korban perang yang tidak kunjung usai. (Reuters, EPA, AFP)

Idlib yang dikuasai aliansi oposisi dan militan Hayat Tahrir Al Sham (jaringan Al Qaeda) memang sering menjadi target serangan pemerintah dan Rusia. Pasukan Rusia gencar melancarkan serangan udara di Idlib. Namun, terkait serangan gas tersebut, baik pemerintahan Presiden Bashar Al Assad maupun Kremlin mengaku tak melakukan aksi militer di sana.

Syria yang resmi bergabung dengan Chemical Weapons Convention mengosongkan gudang-gudang senjata kimianya pada 2013. Hal itu dilakukan Assad sebagai konsekuensi kesepakatannya dengan Amerika Serikat (AS). Jika Syria menyerahkan seluruh senjata kimianya, AS tidak akan melancarkan aksi militer ke negara republik di tepi Laut Mediterania tersebut.

Namun, dengan mengosongkan gudang senjata kimia, tidak berarti Syria tak punya simpanan yang lain. Buktinya, selama 2014 dan 2015, Syria kedapatan melancarkan serangan gas klorin setidaknya tiga kali. Hasil investigasi PBB pun mengarah ke sana. Atas temuan itu, Assad mengelak. Dia malah menuding oposisi mencuri senjata kimia pemerintah dan sengaja menggunakannya untuk menjatuhkan citra Damaskus. (AFP/Reuters/BBC/hep/c18/any)

loading...

About admin

x

Check Also

Obama Senang Lihat Sawah dan Trabas Arus Sungai Ayung

Tak henti-hentinya, Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama masih menikmati suasana ...