Home / RUBRIK / NGOBROL SANTAI KEPARIWISATAAN / Susun Konsep Jangka Panjang Pariwisata
POTENSI WISATA :Tanakita Camping Ground di kawasan kaki Gunung Gede Taman Wisata Situ Gunung yang menjadi tempat pelaksanaan Ngobras ke 19

Susun Konsep Jangka Panjang Pariwisata

NGOBRAS EDISI-19

PERKEMBANGAN pariwisata di Kabupaten Sukabumi saat ini cukup baik. Hal itu terlihat dari munculnya lokasi-lokasi wisata baru yang luar biasa. Seperti di Lengkong dengan Bonvisnya, Jampang Kulon, Cibanteng dan lain-lain.

“Kalau kita berbicara pariwisata itu merupakan misi pertama bupati yaitu mengembangkan ekonomi berbasis lokal di antaranya pariwisata. Pariwisata yang sekarang dijanjikan oleh pak bupati temasuk dalam janji kedua agenda prioritas,dalam janji pertama kesempatan kerja dan usaha,” tutur Yana, perwakilan Bappeda Kabupaten Sukabumi.

Yana mengatakan, konsepnya adalah bagaimana pariwisata bisa menyerap tenaga kerja yang lebih banyak. Kedua bagaimana meningkatkan kunjungan wisata dua kali lipat dari kondisi sebelumnya.

Terkait konsep terminal wisata , cocok untuk semua objek wisata. Jadi tidak bahwa konsep terminal wisata harus dipikirkan bersama. Konsep pariwisata minimal ada tiga yaitu harus ada yang dilihat, dilakukan, dan harus ada yang dibawa.

SHARING:Peserta saat sharing mengenai konsep pengembangan terminal wisata Kecamatan Kadudampit.

“Hari ini pariwisata di kita baru pariwisata penglihatan saja. Belum ada yang harus dibawa, dan ini memerlukan peranan dari masyarakat dalam menyediakan ciri khas masing-masing,” katanya.

Ia menegaskan, jika diperhatikan pelaku ekonomi pariwisata di Sukabumi mayoritas tamu bukan tuan rumah. Dijelaskannya, setiap usulan kegiatan pembangunan dari masyarakat harus tercantum dalam RKPD, RKP kecamatan harus di input dalam RKP online. Mekanisme ini wajib dilaksanakan karena saat ini KPK atau BPK sudah mulai mengaudit dari sisi perencanaan. “Jadi kalau sekarang tiba-tiba ada pembangunan jalan setapak di Puncak Tugu, sementara di RKPD tidak ada dan tidak tercantum dalam apapun, saya bisa dipidanakan,” tegasnya.

Terkait dengan rencana pembangunan pariwisata desa, kata Yana, Kompepar harus punya program usulan jangka panjang. Misalnya rencana pengembangan obyek wisata Karang Para 25 tahun ke depan akan seperti apa. “Untuk itu kita bisa bekerja sama dengan perguruan tinggi.

Dan hasil perencanaan tersebut dimasukan dalam RKPD dan RKP kecamatan. Sehingga siapapun kepala desanya nanti tidak akan lepas dari rencana pembangunan tersebut, sebab pembangunan pariwisata tanpa berkesinambungan tidak akan bisa berhasil dengan maksimal,” tandasnya.

Sekretaris TIC Risda menambahkan, konsep terminal wisata nantinya akan melahirkan banyak potensi lapangan dengan bermodalkan potensi wisata yang ada.

Di Kadudampit, kata Risda, Kompepar bekerjasama dengan Dinas Kesehatan memiliki kegiatan wisata bersih sehat sejak 2012. “Dimulai ketika pembentukan Kompepar ODTW Kadudampit terus kita gerak, yang tadinya Situ Gunung itu kotor, harga mahal dan sebagianya, mulai perlahan dilakukan pembinaan dan sudah mulai terlihat hasilnya dibuktikan dengan Situ Gunung menjadi titik penilaian Kabupaten Sukabumi Sehat yang salah satu penilaiannya adalah pariwisata sehat,” paparnya.

Konsep gerakan wisata bersih sehat itu sebuah konsep sederhana. Pengurus Kompepar ODTW Kadudampit memberikan sosialisasi kepada pengunjung berupa pemberian kantong sampah kepada masyarakat yang berkunjung, sambil memberikan peta wisata, edukasi tentang pariwisata dan sebagainya.

“Dalam setiap pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah, menurut saya harus disertakan program pemberdayaannya, karena ada banyak tugas yang tidak bisa semuanya dikerjakan oleh pemerintah. Perlu adanya sinergitas dengan masyarakat. Harus berbagi peran karena pemerintah juga punya keterbatasan,” katanya.

Sebagus apapun membangun, menurut dia, pemerintah jika tidak melibatkan masyarakat manfaatnya akan kurang dan pembangunannya harus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. “Salah satu yang bisa menjadi evaluasi kita bersama dan dijadikan contoh misalkan Curug Kaca, masyarakat yang selama ini tidak disentuh tidak dibiayai pemerintah, setelah dibina oleh Kompepar mereka dapat membuka sebuah destinasi wisata baru dan dalam beberapa minggu kunjungan sudah hampir mencapai seribu orang,” pungkasnya (cr10/*).

loading...

About admin

x

Check Also

Mengupas Sejarah Sukabumi (1)

Daerah Priangan Nan Subur, Kaya Potensi Wisata Ngobrol Santai (Ngobras) edisi ke-16 ...