Home / RUBRIK / LIPUTAN KHUSUS / NGOBROL SANTAI KEPARIWISATAAN / Melihat Panorama Cikaso Mural Festival 2017
BERSAMA PTP NUSANTARA VIII: Ngobras Radar Sukabumi yang bekerja sama dengan TIC Sukabumi sudah hadir di PTP Nusantara VIII Cikaso.

Melihat Panorama Cikaso Mural Festival 2017

Berdayakan Seniman Mural Pajampangan, Tembok Jadi Daya Tarik Wisata

Memperingati hari jadi ke-107 tahun, PTP Nusantara VIII Cikaso memberdayakan seniman Pajampangan untuk membuat dinding-dinding tembok bangunan perusahaan menjadi daya tarik wisata dan ruang kreativitas. Seperti apa kegiatannya? Simak ulasan di bawah ini.

Sukabumi adalah salah satu kabupaten yang memiliki potensi wisata dari sisi objek wisata terbaik dan terbanyak di Indonesia. Potensi tersebut di antaranya adalah perkebunan-perkebunan peninggalan zaman Belanda, maupun negara lain khususnya yang berasal dari Eropa. Dimana hasil produksi industri  perkebunannya maupun budaya dan panorama wisatanya pernah jaya dan melegenda di dunia pada zamannya.

Salah satunya di Cikaso. Tidak hanya keturunan Belanda, bahkan warga Perancis pada 1910 pernah berjaya mengelola perkebunan di Cikaso ini, dengan nama PRANESIA dengan penguasaan teknologi modern pada zamannya.

“PRANESIA mampu membangun PLTA pertama di Jawa dengan kapasitas sekitar 1000 KVA, penerapan teknologi skyline/gondola untuk angkutan produksi, dimana hasil perkebunan utamanya adalah karet. Terlebih, panorama alamnya yang mempesona mampu menjadi daya tarik wisatawan mancanegara terutama bagi wisman Eropa,” kata Ketua Tourism Information Center (TIC) Sukabumi, H Dadang Hendar.

Terkait dengan itu, TIC Sukabumi bekerja sama dengan Badan Promosi Pariwisata Daerah Provinsi Jabar sejak pertengahan 2016 sudah mulai mempromosikan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu, termasuk daya tarik Wisata Perkebunan PTP Nusantara VIII Cikaso ini.

“Hasilnya di Belanda sudah ada dua operator tours & travel yang sudah mulai giat bergerak mempromosikan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu dan Wisata Perkebunan Cikaso,” tuturnya.

Sementara saat ini, beberapa travel nasional di antaranya, JSTA Tours & Travel sedang bernegosiasi dengan beberapa wisatawan mancanegara (wisman) khususnya yang berasal dari Eropa untuk berkunjung ke kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu maupun ke Perkebunan Cikaso.

Menurutnya, diperlukan upaya maksimal untuk menggali sejarah PRANESIA Cikaso ini sebagai bahan informasi, dengan tujuan akhirnya adalah menjadikan Perkebunan Cikaso ini menjadi perkebunan yang bermuatan industri kepariwisataan yang melegenda. Hingga mampu mendongkrak ekonomi masyarakat sekitarnya.

“Tepat pada hari jadi PTP Nusantara VIII sekaligus Hari Jadi Cikaso PRANESIA dalam rangka mengenang legenda PRANESIA 107 tahun yang lalu, tersirat di pikiran saya bahwa perkebunan Cikaso layak dikunjungi wisatawan mancanegara terlebih wisman yang memiliki hubungan emosional dengn PRANESIA,” katanya.

Fasilitas akomodasi maupun kesediaan kuliner khas Eropa, sudah tersedia di Cikaso dan yang sudah layak dinikmati. Sehingga karyawan maupun masyarakat sekitar akan mendapat manfaat ekonomi maupun manfaat nilai positif budaya, karena tidak bisa jadi objek industri pariwisata yang memiliki nilai ekonomi yang maksimal  kalau masyarakat di lingkungannya tidak memiliki budaya ‘apik ,resik, someah, hade’. Untuk itu, mari kita perjuangkan bersama sama.

KREATIVITAS: Hasil karya seniman mural Pajampangan dalam Panorama Cikaso Mural Festival 2017 yang digelar PTP Nusantara VIII Cikaso.

“Apresiasi saya pada kegiatan “Panorama Cikaso Mural Festival 2017” sebagai sebuah event kesenian kontemporer yang dipadu dengan kegiatan outdoor photography hingga menjadi sebuah atraksi wisata (kenangan) yang sangat menarik dan unik. Semoga kegiatan Panorama Cikaso Mural Festival 2017 jadi momentum kembalinya kejayaan PRANESIA tempo dulu, amin,” ungkapnya.

Manager Unit Kebun Cikaso Arif Makmur, menyampaikan terima kasih kepada Tim Ngobras Radar Sukabumi yang bekerja sama dengan TIC Sukabumi sudah hadir di PTP Nusantara VIII Cikaso.

ARTISTIK: Gambar mural yang diharapkan menarik wisatawan.

Dijelaskannya , berawal dari sebuah potensi yang dimiliki oleh kawasan perkebunan Cikaso, dengan panorama alam yang asri dan dukungan landscape kawasan perkebunan yang sangat ideal untuk para penggiat photography, olahraga dan wisata alam pada umumnya.

Hingga menghasilkan sebuah konsep pemikiran, bahwa sangat diperlukan sebuah penetrasi yang memiliki misi memperkenalkan potensi tersebut kepada khalayak luas dengan berbagai event pariwisata yang menarik.

“Maka kami berinisiatif untuk membuat sebuah kegiatan yang mengacu kepada potensi-potensi yang dimiliki oleh kawasan perkebunan Cikaso. Kegiatan ini kami berikan sebuah tagline “Panorama Cikaso Mural Festival 2017”.

Sebuah event kesenian kontemporer (public art) yang dipadu dengan kegiatan outdoor photography  hingga menjadi sebuah atraksi wisata (pengalaman) yang sangat menarik dan unik,” paparnya.

Menurut dia, kegiatan ini sebagai salah satu upaya dalam merubah paradigma bahwa kita ini feodal eksklusif tertutup, paling tidak kita dikenal baik oleh masyarakat. “Dinding rumah-rumah staf maupun kantor, kita lukis dengan lukisan mural bertema semboyan Kerja PTPN VIII yakni Jujur Tulus dan Ikhlas,” jelasnya.

Mural merupakan seni lukis visual di tempat publik yang bertujuan mendidik untuk mengedukasi dari sisi visual. ‘Panoramacikaso Mural Festival 2017’ bertujuan menciptakan lebih banyak karya seni lukis di tempat publik dan Objek daerah tujuan wisata (ODTW) di wilayah Padjampangan yang melibatkan kumpulan komunitas seniman mural dan juga anak-anak jalanan untuk ikut serta membangun persepsi positif pariwisata Sukabumi lewat karya-karya seni mereka. (*/cr1o/d)

loading...

About admin

x

Check Also

Berdayakan Masyarakat Kelola Pariwisata, Jangan Jadikan Penonton

SUKABUMI -Pariwisata di Sukabumi harus terus dikembangkan oleh segenap komponen masyarakat, karena ...