Home / UTAMA / FEATURES / Doa KH Hasyim Muzadi Minta Tanah Mepet UI
Inilah masjid Al Hikam yang didirkan Kiai Hasyim Muzadi di Depok, Jawa Barat. (Imam Solehudin/JawaPos.com)

Doa KH Hasyim Muzadi Minta Tanah Mepet UI

Mimpi besar almarhum KH Hasyim Muzadi mendirikan wadah pembelajaran agama bagi mahasiswa, akhirnya tercapai. Pondok Pesantren Al Hikam II Depok resmi berdiri pada 2010. Tak mudah memang merealisasikannya. Hasyim butuh waktu sewindu buat mewujudkannya.  

LAPORAN: IMAM SOLEHUDIN/DEPOK 

Suasana komplek Pondok Pesantren (Ponpes) Al Hikam II Depok, Jawa Barat, masih diliputi duka mendalam. Ratusan karangan bunga berjejer rapih di ruas-ruas jalan ponpes. Isinya, ucapan duka cita atas meninggalnya KH Hasyim Muzadi kemarin pagi (16/3). Pendiri sekaligus pengasuh ponpes.

Perjuangan almarhum buat mendirikan ponpes patut diacungi jempol. Sebab, pendirian pesantren seluas 1,2 hektar tersebut tidaklah semudah membalikan telapak tangan. Kiai Hasyim butuh waktu sekitar delapan tahun buat merealisasikan mimpinya itu.

Cerita dimulai pada 2002, ketika Hasyim dikenalkan dengan seorang tokoh Katolik bernama Meilani. Mei-sapaannya- yang notabene seorang Notaris, menawarkan sebidang tanah di Jalan H Amat, Kelurahan Kukusan, Kecamatan Beji, Kota Depok. Posisinya persis menempel dengan kampus Universitas Indonesia. Jaraknya dengan tembok pembatas kampus, bisa dibilang hanya sepelemparan batu.

“Waktu itu Bu Mei menawarkan Rp 1 juta per meternya,” ujar Pengasuh Ponpes Al Hikam II, Ahmad Syauqu Habibie kepada JawaPos.com, Kamis (17/3) malam.

Usai disodori harga Rp 1 juta, Kiai Hasyim lantas bernegoisasi dengan si pemilik. Menurutnya, nominal yang ditawarkan cukup tinggi. Sekalipun memang, Mei berujar kalau itu sudah harga pasaran tanah di Kukusan.

Tak kehilangan akal, Kiai Hasyim lantas mencoba melobi Mei. Dia mengatkan bahwa tanah yang rencananya dia beli akan dijadikan masjid dan pesantren mahasiswa. Mendengar jawabannya, Mei cukup kaget. Dia berpikir tadinya sang Kiai bakal membangun areal komersil seperti food court atau kos-kosan.

“Akhirnya sepakat Rp 220 ribu. Itupun pembayarannya dicicil selama dua tahun. Jadi baru lunas (tahun) 2004,” jelas Syauqu.

Syauqu bercerita bahwa pembelian tanah ponpes merupakan doa yang kerap dipanjatkan Kiai Hasyim. Selama dua tahun, tepatnya sejak 2000 hingga 2002, ayah dari enam orang anak ini selalu bermunajat agar diberikan kemudahan membeli lahan dekat kampus UI.

“Jadi selama dua tahun , Abah (sapaan akrab Kiai Hasyim Muzadi) memang beberapa kali ke Tanah Suci. Dan doanya itu. Subhanallah, ternyata Allah mengabulkan apa yang beliau inginkan,” pungkasnya.(mam/JPG)

loading...

About admin

x

Check Also

Kisah Peneliti Pusjatan Ciptakan Beton Ringan Mortar Busa

Ahli teknik sipil kita mencatat temuan kelas dunia. Namanya mortar busa. Wujudnya ...