Home / RUBRIK / LIPUTAN KHUSUS / NGOBROL SANTAI KEPARIWISATAAN / Mengupas Sejarah Sukabumi (2-habis)
DIALOG: Perbincangan para narasumber dan peserta Ngobras edisi 16 di Hotel Selabintana. FOTO: TIC FOR RADAR SUKABUMI

Mengupas Sejarah Sukabumi (2-habis)

Jadi Destinasi Wisata dan Pusat Kuliner Hindia Belanda

SELAIN memiliki segudang Potensi Pariwisata diantaranya gunung, rimba, laut, pantai, sungai, danau, bukit serta tentu beserta adat istiadatnya, Sukabumi pun terkenal sebagai pusat kuliner sejak jaman hindia belanda hingga kini.

Tujuan Kuliner di Kota Sukabumi pada masa Hindia Belanda sangatlah menarik untuk dikenang sepanjang masa. Sebagai contoh adalah Restaurant Huize Schuttevaer dan Pabrik Roti dan Toko Kue Merbaboe, pada awalnya adalah sebuah rumah mewah bergaya Victorian Eropa yang pernah dimiliki oleh J.J. Schtutttevaer yang berdarah Jerman-Armenia.

Schuttevaer yang mulai beroperasi tahun 1907 adalah restoran Alacarte dan cepat saji pertama yang ada di Sukabumi berlokasi di Grote Postweg tepat di samping Post Kantoor (Kantor Pos) Soekaboemi.

Restoran ini adalah tempat makan dan Banketbakker/patisseri (roti & kue) yang menjadi incaran para pemburu makanan nikmat di Priangan selain ke restoran patisseri “Merbabu” yang berada di Cipelang.

Kini Huize Schuttevaer Soekaboemi telah berubah fungsi menjadi Bank Mandiri dan pada saat jaman perebutan kemerdekaan RI, Schutttevaer pernah menjadi markas Pesindo setelah itu sebagian bangunannya hancur karena dibumihangus pejuang kemerdekaan RI.

Sedangkan Toko Roti dan Kue Merbaboe terletak di Tjipelangweg yang sekarang menjadi nama  Jalan Jenderal Sudirman bersebelahan dengan jembatan Cipelang tepatnya sebelah barat Jembatan dan berseberangan (sejajar) dengan Ijs Fabriek (Pabrik Es) Saripetodjo (terhalang sungai Cipelang).

Merbaboe dibangun pada tahun 1920 ketika restaurante Huize Schuttevaer Grotepostweg mengalami masa jayanya.Kebutuhan akan roti, sosis, keju, dan kue-kue serta coklat dan mayonise bagi masyarakat Eropa dan Tionghoa pada saat itu begitu tinggi, hingga keberadaan Merbaboe yang juga menjual roti dan kue-kue tidaklah menjadi pesaing bagi Huize Schuttevaer yang juga menjual roti dan kue-kue namun Schuttevaer lebih memiliki konsep restoran dan menjual pula makanan Ala-Carte (makanan yang dimasak dadakan).

Sangat disayangkan, kini Toko Roti Merbaboe sudah tidak ada bekasnya lagi dan hanya menyisakan kenangan manis pada masanya.

loading...

About admin

x

Check Also

Berdayakan Masyarakat Kelola Pariwisata, Jangan Jadikan Penonton

SUKABUMI -Pariwisata di Sukabumi harus terus dikembangkan oleh segenap komponen masyarakat, karena ...