Home / RUBRIK / ARTIKEL / OPINI PEMBACA / DESA POROS PERCEPATAN PEMBANGUNAN KETAHANAN PANGAN
Oleh : H. ASEP HIKMAT, HR Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Kab.Sukabumi/Dosen STISIP Widyapuri Mandiri

DESA POROS PERCEPATAN PEMBANGUNAN KETAHANAN PANGAN

Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa menyebutkan bahwa desa dan desa adat adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan NKRI.

Jumlah Desa sesuai Permendagri 56/2015 sebanyak 74.754 desa dan pada tahun 2017 jumlah tersebut bertambah dan mendapat Alokasi Dana Desa sebanyak 74.954 desa.  Adapun penggunaan dana desa tersebut pada tahun 2016 untuk bidang pemerintahan (2,7 %), kemasyarakatan (1,4%), pemberdayaan (6,1%) dan sisanya pembangunan (89,9%).

Untuk melaksanakan kegiatannya, Desa memiliki sedikitnya 7 sumber pendapatan desa yaitu : (1) Pendapatan Asli Desa; (2) Dana Desa, dari realokasi anggaran pemerintah pusat berbasis desa dan 10 % dari dan di luar dana transfer ke daerah secara langsung; (3) Bagian dari Pajak Dawrah dan Retribusi Daerah minimal 10 %. (4) Alokasi Dana Desa/ADD yakni paling sedikit 10 % dari dana perimbangan yang diterima kab/kota dikurangi DAK. (5) Bantuan Keuangan dari APBD Prov/Kab/Kota. (6) Hibah dan Sumbangan Pihak Ketiga. (7) Lain-Lain pendapatan yang sah.

Berdasarkan Permen Desa PDTT No.22 Tahun 2016 tentang Penetapan Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2017 (Pasal 5 huruf c), Desa harus mengalokasikan sebagian dari Dana Desa yang diterima untuk melaksanakan program Lumbung Ekonomi Desa dan yang dimaksudkan adalah Cadangan Pangan Pemerintah Desa atau berkaitan dengan Ketahanan Pangan di Desa.

Ketahanan Pangan itu sendiri menurut UU 18/2012 adalah “kondisi terpenuhinya pangan bagi negara sampai dengan perseorangan yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup baik jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan dan budaya masyarakat, untuk dapat hidup sehat, akatif dan produktif secara berkelanjutan”.

loading...

About admin

x

Check Also

MENCARI PEMBENARAN DAN KEBENARAN

Hampir mayoritas manusia  termasuk di dalamnya penulis-cenderung masih belum bisa memilah dan ...