Home / RUBRIK / LIPUTAN KHUSUS / NGOBROL SANTAI KEPARIWISATAAN / Agrowisata yang Begitu Berpotensi
Menyusuri Gua Buniayu yang berada di Kampung Ciangsana, Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung.

Agrowisata yang Begitu Berpotensi

Menyusuri Gua Buniayu, Kecamatan Nyalindung.

PENGEMBANGAN pariwisata  di  Kabupaten Sukabumi harus dimulai dari wilayah tempat objek-objek wisata itu berada. Seperti di Kecamatan Nyalindung.

Sekretaris Camat Nyalindung, Anna Rudian Nugraha mengatakan, rencana strategis lima tahun kedepan sampai 2021 dalam bidang pariwisata adalah Agrowisata dihubungkan dengan potensi alam yang ada di Kecamatan Nyalindung.

Pada saat ini, Kecamatan Nyalindung memiliki beberapa potensi wisata yang perlu ditingkat kan penataannya dengan baik.

Potensi  yang  ada  di Nyalindung agar dapat berkembang dan memberikan manfaat untuk warganya, maka perlu memiliki sarana prasarana untuk hal tersebut. Tentu saja infrastruktur berupa jalan – jalan lintas yang menghubungkan wilayah Nyalindung dengan Kota Sukabumi, Kabupten Cianjur atau jalan-jalan menuju lokasi-lokasi potensi wisata alam maupun agro wisata. Selain itu juga perlu memberdayakan masyarakat lokal.

“Misalnya dengan membentuk komunitas pariwisata dan UKM yang akan menopang potensi wisata yang ada,” tuturnya.

Desa Neglasari yang berbatasan dengan Kota Sukabumi juga mengembangkan sektor pertanian dan agro bisnis, seperti perkebunan buah naga yang  menjadi tujuan wisata agro.Selain itu ada juga sungai yang melintasi desa yang berpotensi untuk arung jeram.

Namun tentu saja ada permasalahan juga, misalnya warga yang kurang mementingkan pelestarian alam. “Sebagai contoh sungai yang melintas dengan panjang sampai tujuh Kilometer (KM), karena kurangnya kesadaran masyarakat, ada yang menebar racun di sungai untuk menangkap ikan,” tutur Kepala Desa Neglasari Asep Saepudin.

Patut diberikan apresiasi upaya Kades Neglasari untuk mengimbau warga agar tidak meracuni lagi sungai dan upanya kades ini berhasil.Kades juga mengajak anak-anak sekolah untuk menanam ikan. Hal  ini untuk menanamkan kesadaran anak-anak sekolah untuk memelihara kelestarian alam.

Desa Neglasari juga sudah menerima bantuan Provinsi Jabar untuk pembangunan jalan desa sehingga akses jalan sudah lebih baik. Swadaya masyarakat pun dalam membangun jalan melalui program  dari kecamatan dapat terlaksana dengan baik, piket keamanan bersama berjalan dengan baik.

Pengembangan agrowisata yang dilakukan Desa Neglasari untuk mendapat kunjungan dari warga kota besar akan dapat terlaksana dengan persiapan sarpras yang terus ditingkatkan.

Menurut Kades Kerta Angsana H Dadang, ada banyak situs wisata yang menarik dikunjungi, misalnya Gua Siluman, Situ Rancabali dan Perkebunan Pasir Salam. “Lokasi dan pemandangan daerah tersebut sangat bagus dan layak dijadikan spot wisata, apalagi jika dikemas dengan lebih menarik,” katanya.

Pemerintah sedang membuat perencanaan bagaimana akses jalan dapat terbuka menuju Desa Kerta Angsana  agar  dapa tmencapai lokasi-lokasi yang dijadikan tempat wisata.Tentu saja diharapkan pemberdayaan Kompepar Desa KertaAngsana  yang  sudah terbentuk, agar lebih berperan dalam bidangnya.

“Perlu dilakukan juga kerjasama antar desa, karena ada keterkaitan antara Desa Neglasari dengan Desa Kerta Angsana, dan desa lainnya,” tuturnya.

Misalnya mengkoneksikan antara Perkebunan Buah Naga di Desa Neglasari dengan objek wisata Talagawarna di Desa Nyalindung.

Desa Kerta Angsana juga bekerjasama dengan investor membuat Green House di ketinggian 900 dpl untuk menghasilkan hasil pertanian dengan tanaman-tanaman  yang unik, selain untuk dijual ke kota besar juga dapat menjadi tempat kunjungan agrowisata.

Untuk mengembangkan agrowisata itu dilakukan juga kerjasama dengandinas pertanian, desain juga berencana membangun kebun bunga. (cr10/e)

loading...

About admin

x

Check Also

Pemanfaatan Sumber Daya Alam dan Geologi Lewat Konservasi, Edukasi dan Pariwisata (2-habis)

Maksimalkan Wisata Hijau dan Wisata Ramah Lingkungan SATU hal yang pastinya kita ...