Home / RUBRIK / NGOBROL SANTAI KEPARIWISATAAN / Dipromosikan Hingga ke Eropa
SEMANGAT: Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Jawa Barat atau Indonesian Tourist Guide Association (ITGA) menggelar Mitembeyan (riung mumpulung) sekaligus melakukan kegiatan Ngobrol Santai Radar Sukabumi bersama TIC Kabupaten Sukabumi yang ke-12, di Aula Balai Desa Ciwaru Kecamatan Ciemas.

Dipromosikan Hingga ke Eropa

Ngobras Edisi 12

SUKABUMI – Dalam rangka melakukan promosi pariwisata Geopark Ciletuh Nasional Palabuhanratu, Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Jawa Barat atau Indonesian Tourist Guide Association (ITGA) menggelar Mitembeyan (riung mumpulung) sekaligus melakukan kegiatan Ngobrol Santai Radar Sukabumi dan Tourism Information Center (TIC) Kabupaten Sukabumi yang ke-12, di Aula Balai Desa Ciwaru Kecamatan Ciemas.

Menurut Ketua DPC HPI Kabupaten Sukabumi, Risda Rosipah, kegiatan riung mumpulung tersebut diikuti sedikitnya 130 peserta tour guide se-Jawa Barat. Ia mengungkapkan, potensi wisata yang dimiliki Sukabumi begitu terkenal hingga ke mancanegara, di antaranya kawasan Geopark Nasional Ciletuh. Maka dari itu, perlu adanya promosi yang dapat dilakukan oleh pemandu wisata.

“Kegiatan ini menjadi momen penting untuk diketahui para pemandu wisata (tour guide) sebagai bentuk upaya promosi kawasan wisata Sukabumi, khususnya kawasan Geopark Nasional Ciletuh Palabuhanratu,” singkat Risda.

DUKUNGAN: Ketua HPI Jawa Barat Herman Rukmanadi, saat menyampaikan materi. Ia mendukung potensi wisata Sukabumi dengan lembaganya.

Ketua HPI Jawa Barat, Herman Rukmanadi, mengatakan, Kabupaten Sukabumi yang mendapat predikat daerah pemilik objek wisata terbanyak di Indonesia patut diapresiasi. Apalagi, yang saat ini sedang gencar dibangun yakni Geopark Nasional Ciletuh-Palabuhanratu dan Unesco Global Gepark (UGG).

Dengan demikian, kegiatan HPI se-Jabar ini merupakan dukungan membangun potensi wisata Sukabumi.

“Hadirnya kegiatan Mitembeyan HPI se-Jabar di Kawasan Geopark adalah bukti keseriusan HPI mendukung percepatan proses terealisasinya Unesco Global Geopark (UGG),” jelas Herman.

Ia menambahkan, sekitar April mendatang direncanakan pembangunan infrastruktur, yakni pembangunan Dermaga Pengumpan Palabuhanratu dan rencana pembangunan jalan yang menyusuri Pantai Loji menuju Puncak Darma di Kecamatan Ciemas.

Pembangunan tersebut semakin memotivasi HPI Jabar dan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Jabar untuk menjual dan mempromosikan pariwisata Sukabumi di dunia internasional.

“Kami berharap infrastruktur menuju kawasan Geopark Nasional Ciletuh-Palabuhanratu di tahun 2018 bisa selesai secara keseluruhan,” bebernya.

Menurut dia, Geopark Ciletuh sekarang sudah menjadi isu mendunia hingga BPPD Jabar sudah mulai menjual objek pariwisata Sukabumi ke Eropa melalui sejumlah Travel Agent yaitu VanVere Reisen, dan Rama Tuor Holand. “Dan mereka mendapatkan respons yang sangat baik di pasar Eropa,” jelasnya.

Dengan begitu, selain menunggu perbaikan infrastruktur dan promosi ke berbagai penjuru dunia. Herman berharap, pemanfaatan dan peningkatan potensi sumber daya manusia yakni masyarakat yang ada di kawasan pariwisata harus berjalan bersamaan.

Untuk hal ini, perlu dukungan dari pemerintah daerah, provinsi dan pusat agar pemberdayaan masyarakat yang dilakukan kompepar maupun kelompok penggiat lainnya mencapai tujuan.

KOMPAK: HPI, ITGA dan TIC sepakat mendorong pengembangan sektor wisata Sukabumi.

“Potensi alam yang hebat di Kabupaten Sukabumi tidak akan jadi manfaat yang maksimal bagi masyarakat. Manakala pemberdayaan karakter building masyarakat tidak dilakukan secara maksimal dan berkesinambungan,” pungkasnya. (cr3/t)

loading...

About admin

x

Check Also

Mengupas Sejarah Sukabumi (2-habis)

Jadi Destinasi Wisata dan Pusat Kuliner Hindia Belanda SELAIN memiliki segudang Potensi ...