Home / UTAMA / Lelang Pasar Pelita Gagal Lagi

Lelang Pasar Pelita Gagal Lagi

SUKABUMI – Mangkraknya pembangunan Pasar Pelita Kota Sukabumi nampaknya bakal berlanjut. Harapan pedagang dan masyarakat yang menginginkan pembangunan pasar mulai dilakukan awal tahun ini, pupus sudah.

Penyebabnya, proses pelelangan Pasar Pelita jilid II yang diikuti tiga peserta lelang yakni, PT Panglima Capitol Itqoni (PCI), PT Fortunindo Arth Perkasa (FAP) serta PT Dunia Milik Bersama (Dumid), gagal lagi.

Panitia Kerja Sama Daerah Pembangunan Pasar Pelita Kota Sukabumi menilai, hasil penilaian dari ketiga investor tersebut tidak ada satu pun yang memenuhi kemampuan secara teknis, serta tidak ada yang melewati ambang batas penilaian.

Tak pelak, gagalnya lelang Pasar Pelita jilid II langsung mendapatkan respons dari Paguyuban Pasar Pelita. Seperti yang disampaikan Penasihat Gerakan Pengawalan Pembangunan Pasar Pelita (GP4) Sukabumi, Agus Subagja.

Pihaknya beranggapan, Pemkot Sukabumi dalam melakukan proses pelelangan Pasar Pelita, tidak dilaksanakan secara serius. Lantaran, penilaian yang dilakukan panitia lelang seperti permainan yang mudah diubah. “Terus terang, kami sangat menyayangkan. Lagi-lagi dilelangkan kembali, ini akan menjadi babak baru lagi,” ungkapnya kepada Radar Sukabumi, kemarin (4/1).

Menurut Agus, proses pelelangan Pasar Pelita jilid II sudah keluar dari waktu yang sudah ditetapkan. Padahal, waktu itu menjadi tolok ukur keseriusan dari panitia dalam melaksanakan proses lelang tersebut. “Kali ini cobalah untuk serius dan konsisten terhadap waktu yang ditetapkan. Jangan molor seperti yang sekarang ini. Ujung-ujungnya, tidak ada satu pun yang menjadi pemenang, padahal banyak waktu yang terbuang,” terangnya.

Masih kata Agus, pihaknya tidak dapat mengetahui teknis penilaian yang dilakukan panitia pelelangan, hingga adanya nilai akhir seperti itu. Yakni, PT Fortunindo Arth Perkasa (FAP) mendapatkan nilai 72,00, PT Panglima Capitol Itqoni (PCI) mendapatkan nilai 67,00 serta PT Dunia Milik Bersama (Dumid) mendapatkan nilai sekitar 40,50. “Nilai akhirnya seperti itu. Untuk teknis penilaiannya, silakan tanyakan langsung kepada panitia,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Kerja Sama Daerah Pembangunan Pasar Pelita Kota Sukabumi, Reni Rosyida mengatakan, pihaknya membenarkan proses lelang Pasar Pelita jilid II digagalkan. Pihaknya akan melakukan pelelangan ulang terhadap rencana pembangunan pasar tersebut. “Iya gagal lelang. Karena, tiga peserta itu tidak ada satu pun yang memenuhi kemampuan secara teknis, serta tidak ada satu pun yang melewati ambang batas penilaian sekitar 75 yang dilakukan oleh panitia,” ungkapnya.

Masih kata Reni, pihaknya menyebutkan tahapan proses lelang Pasar Pelita jilid III, akan dimulai dari tahapan awal kembali. Yakni, dimulai dari membuka kembali prakualifikasi untuk setiap investor yang berminat mengikuti proses lelang tersebut. “Iya, mulai dari awal lagi dan terbuka untuk umum. Peserta yang lama dan yang baru bisa mendaftar kembali,” terangnya.

Masih kata Reni, mengenai akhir penilaian yang dilakukan oleh pihaknya, ia enggan untuk menjelaskan secara teknis cara penilaian serta hasil penilaian yang dilakukan. “Pakai rumus kamilah, sesuai dengan bobotnya dan nilai akhirnya tidak ada satu pun yang lulus dari ambang batas penilaian,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, Hanafie Zain membenarkan Pemkot Sukabumi memutuskan melakukan lelang ulang pembangunan Pasar Pelita. Keputusan tersebut diambil menyusul tidak adanya peserta lelang jilid II yang memenuhi kualifikasi sesuai ketentuan. “Tanggal 30 Desember 2016 telah diputuskan oleh panitia, tidak peserta lelang yang lulus. Panitia menyampaikan pada saya selaku pengelola barang, dan saya memerintahkan kembali kepada panitia lelang untuk melakukan lelang ulang,” terangnya.

Masih kata Hanafie, dari tiga perusahaan yang masuk tiga besar lelang jilid II, tidak ada satu pun memenuhi standar nilai yang ditetapkan. Meski, dua perusahaan memiliki keunggulan pada hal tertentu.

Tiga perusahaan tersebut yakni PT Panglima Capitol Itqoni (PCI), PT Fortunindo Artha Perkasa (FAP) dan PT Dunia Milik Bersama (Dumid). “Hasil penilaian dan pengumuman lelang ulang sudah dikirim ke masing-masing perusahaan itu,” terangnya.

Lanjut Hanafie, perusahaan harus memenuhi kualifikasi teknis dan kemampuan keuangan untuk memenangkan lelang. PT PCI unggul dari sisi teknis, tapi rendah dalam kemampuan keuangan. PT FAP unggul dalam kemampuan keuangan tapi rendah hasil peniliaian teknis. Sedangkan PT Dumit, rendah dalam hal teknis dan rendah dalam kemampuan keuangan.

“Nah, setelah dijumlahkan nilai teknis dan kemampuan keuangan, tidak ada satu pun peserta lelang yang melebihi angka 75 sebagai batas terendah nilai kelulusan. Kami tidak mau mengambil risiko karena dalam KAK (kerangka acuan kerja) disebutkan kelulusan minimal 75,” katanya.

Selanjutnya ia menambahkan, panitia lelang Pasar Pelita melakukan proses lelang jilid III selama 20 hari terhitung mulai 5 Januari 2017. Waktu selama itu ditargetkan selesai hingga pengumuman pemenang. Pemkot Sukabumi mempersilakan tiga perusahaan yang mendaftar kembali termasuk perusahaan lain yang telah memiliki dokumen penawaran.

“Kami targetkan selama 20 hari selesai sampai pengumuman pemenang, dan pembangunan bisa segera dimulai. Adanya lelang ulang sebagai kesempatan bagi tiga perusahaan untuk memperbaiki kekurangannya dan memperbaiki nilai jualnya,” ungkap Hanafie. (cr5)

loading...

About admin

x

Check Also

Benur Antara Hukum dan Kebutuhan, 12 Jam Raup Keuntungan Rp15 Juta

AKTIVITAS menangkap Benur (benih) Lobster dilarang keras oleh pemerintah melalui Peraturan Menteri ...