Home / RUBRIK / KESEHATAN / ASYFAA / Mengenal Lebih Dekat Mimisan

Mengenal Lebih Dekat Mimisan

assyfaSetiap ada darah pada muka termasuk di dalamnya mimisan atau epistaksis (bahasa medis), pasti membuat orang yang mengalami atau melihatnya menjadi khawatir.

Pembuluh darah dalam hidung kita berfungsi sebagai penghangat udara sebelum masuk ke dalam paru-paru. Karena fungsi inilah, maka perbatasan antara dinding pembuluh darah dan rongga hidung tersebut cukup tipis. Bila sesuatu terjadi sehingga membuat dinding pembatas tersebut robek atau rusak, maka pembuluh darah di dalamnya bisa ikut robek dan terjadilah mimisan. Mimisan merupakan sebuah gejala bukan penyakit.

Meskipun mimisan bukan penyakit, namun tidak semua mimisan bisa dianggap kasus ringan. Karena bisa saja mimisan yang terjadi akibat sebuah penyakit berbahaya.

Banyak faktor penyebab kenapa terjadi mimisan, kelainan lokal seperti trauma (mengorek hidung, buang ingus dengan keras, fraktur hidung, tumor), kelainan sistemik karena hipertensi, infeksi seperti demam berdarah, kelainan perdarahan seperti hemofilia, leukemia, dan lain-lain.

Apabila Anda mengalami mimisan jangan panik dan lakukan hal ini;
• Anda bisa duduk tegak dan condongkan tubuh ke depan. Posisi tegak mengurangi tekanan dalam pembuluh darah di hidung Anda, dan bisa menghambat perdarahan lebih banyak. Posisi condong ke depan bisa menghindari Anda dari menelan darah Anda sendiri yang jika tertelan dapat mengiritasi perut, mual muntah.
• Setelah itu, tiup hidung Anda secara perlahan untuk membersihkan setiap darah yang membeku.
• Kemudian jepit lubang hidung Anda memakai ibu jari dan telunjuk guna menghentikan perdarahan. Lakukan pada kedua lubang meski perdarahan hanya keluar pada satu lubang saja. Lakukan selama 5-10 menit. Selama penjepitan, Anda bisa bernapas melalui mulut.
• Anda juga bisa mengompres hidung dengan es batu yang dibalut handuk.
• Jika perdarahan masih belum juga berhenti, ulangi cara-cara di atas. Setelah perdarahan berhenti, disarankan untuk menegakkan kepala (jangan membungkuk) selama beberapa jam agar darah tidak mengalir kembali. Hindari pula mengupil atau membuang ingus setelah perdarahan berhenti.

Setelah mimisan berhenti, usahakan agar Anda tidak membuang ingus terlalu kencang, berhati-hati mengorek jangan terlalu dalam, kurangi rokok karena rokok akan mengurangi lembap rongga hidung dan meningkatkan risiko iritasi hidung, membungkuk, atau melakukan aktivitas berat selama setidaknya 12 jam. Diskusikan dengan dokter jika Anda pernah mimisan dan harus menggunakan obat antikoagulan.

Segera konsultasikan ke dokter jika Anda masih mengalami perdarahan setelah melakukan perawatan rumahan, mengalami epistaksis yang berulang-ulang, sesak napas, jantung berdebar, pusing, batuk berdarah, muntah darah, atau demam.(*)

loading...

About admin

x

Check Also

Bahan-Bahan Tambal Gigi (2)

INDIRECT RESTORATIONS Adalah tambalan yang dibuat di laboratorium, dimana sebelumnya gigi dan ...