Home / UTAMA / FEATURES / 17 Tahun Meracik, Usman Patrick Ciptakan Obat HIV/AIDS
Usman Patrick mengaku menciptakan bbat HIV/AIDS dari bahan herbal. Bandung Ekspres

17 Tahun Meracik, Usman Patrick Ciptakan Obat HIV/AIDS

Usman Patrick mengaku menciptakan bbat HIV/AIDS dari bahan herbal. Bandung Ekspres

Usman Patrick mengaku menciptakan bbat HIV/AIDS dari bahan herbal. Bandung Ekspres

HIV/AIDS merupakan penyakit mematikan yang diklaim belum ada obatnya. Namun, seorang peramu obat tradisional asal Cilenyui mengaku menemukan penawar penyakit ini.

Igun Ruchyat, Bandung

BANYAK obat tradisional yang dijual melalui sejumlah media elektronik ataupun surat kabar. Namun, dari sejumlah obat yang dijajakan itu, hanya beberapa persen saja yang mujarab. Selebihnya, hanya sebagai pengisi ruang iklan saja.

Berbeda dengan ramuan tradisional buatan Usman Patrick yang beralamat di Jalan SMP Negeri 2 Cileunyi, Kabupaten Bandung. Salah satun ramuannya dari sarang burung walet terbukti mujarab.

”Ramuan yang saya bikin ini mereknya Mustika Alam,” kata Usman kepada Bandung Ekspres (Jawa Pos Group) di rumahnya kemarin.

Obat itu merupakan ramuan tradisonal yang salah satunya dari sarang burung walet. Sejak berdiri tahun 2000 lalu, obat yang diciptakannya banyak diburu. Apalagi mereka yang terinveksi virus HIV AIDS. “Dengan obat ini, Inshaallah bisa disembuhkan,” katanya.

Dia menjelaskan, banyak pasien yang datang dan minta diobati oleh ramuan buatanya itu. Selain penderita HIV/AIDS, pasien yang dating juga mengeluh sakit beragam.

”Memang obat saya ini tidak hanya untuk membasmi virus HIV, tapi juga gagal ginjal, darah tinggi serta penyakit lainnya yang sudah lama tak bisa diobati. Kemarin saja saya mendapatkan pasien yang berpenyakit katarak, bias disembuhkan di sini,” kata suami Nani Sumarni ini.

Orang yang memiliki penyakit, katanya, sebenarnya mudah untuk disembuhkan, selama orang itu mau berobat dan yakin. Sejak 17 tahun lalu dia mengaku banyak benturan selama meracik sejumlah bahan alami untuk obat.

Kalangan pemerintah dan organisasi di bawah naungan pemerintah selalu menghalangi ruang geraknya itu. Namun demikian, dia tetap berjalan membuat ramuan itu demi kemanusiaan.

”Saya ini mengobati tanpa pamrih, berapapun uang yang dimiliki orang yang ingin disembuhkannya oleh obat saya, tetap dilayani dengan setukus hati. Apalagi istri saya juga mendukung apa yang saya lakukan ini. Seperti yang diberikan kepada salah satu pecandu obat terlarang. Dia akhirnya bisa menghentikan mengonsumsi narkoba setelah minum obat saya ini,” pungkasnya. (fik/yuz/JPG)

loading...

About admin

x

Check Also

Kisah Peneliti Pusjatan Ciptakan Beton Ringan Mortar Busa

Ahli teknik sipil kita mencatat temuan kelas dunia. Namanya mortar busa. Wujudnya ...