Home / RUBRIK / KESEHATAN / RS BETHA MEDIKA / Jangan Anggap Sepele Diare pada Anak Anda
Oleh: dr. Elfani Sakinah Dokter Umum RS Betha Medika

Jangan Anggap Sepele Diare pada Anak Anda

Oleh: dr. Elfani Sakinah Dokter Umum RS Betha Medika

Oleh: dr. Elfani Sakinah
Dokter Umum RS Betha Medika

Diare adalah buang air besar yang frekuensinya lebih sering dan konsistensi tinja lebih encer dari biasanya. Diare ini seringkali dianggap penyakit sepele, padahal di tingkat global dan nasional, fakta menunjukkan sebaliknya. Menurut catatan WHO, diare membunuh dua juta anak di dunia setiap tahunnya, sedangkan di Indonesia (2007), diare merupakan salah satu penyebab kematian kedua terbesar pada balita.

Selama terjadi diare, tubuh akan kehilangan cairan dan elektrolit secara cepat. Pada saat yang bersamaan, usus kehilangan kemampuannya untuk menyerap cairan dan elektrolit yang diberikan kepadanya. Pada kasus yang ringan dimana proses penyerapan belum terganggu, berbagai cairan yang diberikan kepadanya dapat mencegah dehidrasi.

Lebih kurang 10 persen episode diare disertai dehidrasi/kekurangan cairan secara berlebihan. Bayi dan anak yang lebih kecil lebih mudah mengalami dehidrasi dibanding anak yang lebih besar dan dewasa. Oleh karena itu, mencegah atau mengatasi dehidrasi merupakan hal penting dalam penanganan diare pada anak.

Apasih penyebab diare? Diare disebabkan oleh infeksi, baik itu oleh virus, bakteri maupun parasit. Virus, terutama rotavirus merupakan penyebab utama (60-70 persen) diare infeksi pada anak, sedangkan sekitar 10-20 persen adalah bakteri dan kurang dari 10 persen adalah parasit.

Setelah kita mengenali apa itu diare, langkah selanjutnya adalah mengenali tanda-tanda dehidrasi atau kehilangan cairan pada anak. Bila anak terlihat haus dan buang air kecil mulai berkurang, mata terlihat agak cekung, kekenyalan kulit menurun, dan bibir kering, berarti anak mulai mengalami dehidrasi ringan hingga sedang.

Pada keadaan ini, anak harus diberikan cairan rehidrasi di bawah pengawsan tenaga medis, sehingga anak perlu dibawa ke rumah sakit. Selain gejala klinis yang terlihat pada dehidrasi ringan-sedang, pada keadaan dehidrasi berat juga terlihat napas yang cepat dan dalam, sangat lemas, kesadaran menurun, denyut nadi cepat, dan kekenyalan kulit sangat menurun. Anak harus dibawa segera ke rumah sakit untuk mendapat cairan rehidrasi melalui infus.

Setiap orang tua perlu mewaspadai terjadinya dehidrasi pada anak yang sedang diare karena dehidrasi dapat dengan cepat memperburuk kondisi tubuh anak. Untuk mencegah kondisi bertambah buruk, ada beberapa hal yang dapat

Anda lakukan untuk menangani dehidrasi pada anak:

• Bila anak Anda masih mengonsumsi ASI, Anda perlu terus memberikan ASI untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuhnya.
• Encerkan atau tambahkan air pada susu formula jika anak tidak mengonsumsi ASI. Jika memungkinkan, ganti susu formula dengan susu bebas laktosa hingga diarenya berhenti. Tubuh anak lebih sulit mencerna laktosa, sehingga dapat memperburuk diare.
• Hindari memberikan jus atau minuman berkarbonasi.
• Berikan oralit secara teratur bersamaan dengan makanan anak (ASI, susu formula dicampur air, atau makanan pendamping).
• Kondisikan ruangannya selalu sejuk dan jauhkan bayi dari paparan sinar matahari agar tidak berkeringat secara berlebihan.
• Segera bawa anak Anda bila kondisi memburuk.

Hal penting lain yang perlu Anda ketahui adalah cara untuk mencegah diare pada anak. Beberapa langkah berikut ini dapat dilakukan untuk mencegah diare:

• Mencuci tangan anak secara rutin, terutama setelah bermain, dan bila hendak makan.
• Orang dewasa yang merawat anak juga perlu menjaga kebersihannya agar tidak menularkan mikroorganisme atau kuman yang dapat menyebabkan infeksi.
• Jaga agar lantai dan benda-benda yang dipegang anak Anda selalu bersih.
• Jika anak mengonsumsi ASI perah atau susu formula, selalu pastikan kebersihan dan kesterilan botol yang digunakan.
• Perhatikan kebersihan makanan dan minuman yang diberikan pada anak.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk para pembaca sekalian, salam semakin sehat untuk kita semua dari kami, keluarga besar Rumah Sakit Betha Medika. (*)

loading...

About admin

x

Check Also

Perawatan Luka Pasca Operasi Caesar

Luka adalah suatu gangguan dari kondisi normal pada kulit. Luka adalah kerusakan ...