Home / RUBRIK / KESEHATAN / TIP SEHAT / Gusi Bengkak Ada Tujuh Alasannya

Gusi Bengkak Ada Tujuh Alasannya

Masalah kesehatan gusi selama ini masih belum banyak mendapat perhatian. Padahal, selain menimbulkan nyeri yang bisa menganggu aktivitas, gusi yang bermasalah bisa berdampak pada organ tubuh lainnya.

Salah satu masalah yang kerap ditemui adalah gusi bengkak. Drg David Andreasmito dari Jet-Z Dental Aesthetic Clinic, Surabaya, mengatakan, gusi bengkak tidak boleh disepelekan. Sebab, berpotensi menyebabkan gigi tanggal. Yang mengkhawatirkan, gusi bengkak bisa menjadi indikasi penyakit yang lebih serius.

David memaparkan, ada tujuh penyebab terjadinya gusi bengkak.

Pertama, gingivitis, yaitu infeksi yang menyebabkan peradangan pada gusi. Gejala infeksi ini tidak terlihat, sehingga banyak orang kadang tidak menyadarinya.

”Ini harus segera diatasi karena bisa berkembang menjadi periodontitis di mana gusi dan tulang penahan gigi melemah. Nantinya bisa membuat gigi tanggal jika kondisi gusi makin parah dan tak mendapat penanganan,” ujarnya.

David menambahkan, gingivitis terjadi lantaran kebersihan gigi kurang diperhatikan. Bakteri dan sisa makanan yang menempel di gigi bisa menjadi tartar yang memiliki struktur lebih keras, sehingga sulit dihilangkan dengan sikat gigi biasa. ”Proses infeksinya terjadi jika plak menyebar ke sela-sela gusi dan gigi,” katanya.

Kedua adalah kekurangan vitamin B, C, kalsium, dan asam folat.

Ketiga adalah adanya gigi berlubang.

”Gigi berlubang yang tak segera ditambal membuat makanan tersangkut di dalamnya, sehingga bisa menjadi tempat berkumpulnya kuman dan bakteri yang bisa menyerang saraf dan pembuluh darah. Jika itu terjadi, tubuh melakukan perlawanan. Reaksi peradangan kemudian timbul di daerah akar gigi saat sistem imun bekerja. Kondisi itulah yang menyebabkan gusi bengkak,” paparnya .

Keempat adalah perubahan hormon, misalnya saat perempuan memasuki masa pubertas, menjelang datang bulan, atau memasuki masa kehamilan. Perubahan hormon akan meningkatkan aliran darah ke gusi, sehingga membuat gusi mudah iritasi dan bengkak.

Kelima, sambung David, adalah tumbuh gigi. Meski ini proses yang umum, ada sebagian orang yang mengalami nyeri dan pembengkakan gusi. Dalam proses ini, gusi bengka juga bisa terjadi karena gigi tumbuh dengan posisi tidak tepat karena keterbatasan ruang.

Keenam adalah herpes stomatitis. David menjelaskan, infeksi jamur dan virus bisa membuat gusi bengkak, seperti virus herpes simpleks yang dapat menimbulkan herpes stomatitis. ”Akan timbul gejala seperti sariawan, demam, gusi bengkak dan berdarah, nyeri, sulit menelan, hingga demam. Penyakit ini sebenarnya tidak terlalu serius, namun dapat kambuh saat daya tahan tubuh menurun karena virus akan tetap tinggal di tubuh dalam kondisi dorman atau tidak aktif alias bersifat laten,” paparnya.

Ketujuh adalah leukimia. Gusi bengkak dan mudah berdarah adalah satu dari sekian gejala leukemia. ”Karena ada banyak sel darah putih muda yang masuk ke jaringan gusi. Kondisi ini bisa terjadi berulang, dan disertai gejala lain seperti muntah, berat badan turun, serta mudah capek,” jelasnya.

Karena pentingnya masalah kesehatan gusi, drg David menyarankan agar tak perlu ragu untuk memeriksakannya secara rutin ke dokter. ”Ini penting karena kita bisa mendeteksi potensi timbulnya penyakit lain, tentu saja juga akan membuat kita nyaman beraktivitas jika gusi dan gigi sehat,” pungkasnya.(ido/JPG)

loading...

About admin

x

Check Also

Manfaat Makan Biji-Bijian

Belakangan, dalam sajian makanan dan minuman sehat, ada toping seperti biji-bijian yang ...