Home / RUBRIK / KESEHATAN / RS BETHA MEDIKA / Infused Water Cara Unik Cegah Dehidrasi
Oleh: Putri Prehartini Pamungkas,S.Gz Ahli Gizi RS Betha Medika

Infused Water Cara Unik Cegah Dehidrasi

Oleh: Putri Prehartini Pamungkas,S.Gz Ahli Gizi RS Betha Medika

Oleh: Putri Prehartini Pamungkas,S.Gz
Ahli Gizi RS Betha Medika

Dalam keadaan normal jumlah cairan dan elektrolit dalam tubuh kita selalu seimbang. Artinya asupan air dan elektrolit di dalam tubuh dengan pengeluarannya akan berjumlah sama. Asupan air dan elektrolit dapat berasal dari makanan dan minuman yang dikonsumsi sehari-hari. Air dalam tubuh kita dikeluarkan dalam bentuk urine, keringat, tinja, dan pernapasan.

Keseimbangan air dan elektrolit ini sangat mendukung kerja sistem organ dalam tubuh kita.

Bila saja terdapat ketidakseimbangan air dan elektrolit dalam tubuh maka dikhawatirkan terjadi hal yang tidak diinginkan, seperti kondisi dehidrasi.

Dehidrasi adalah keadaan tubuh kekurangan cairan. Penyebab dehidrasi adalah kehilangan cairan yang berlebihan atau kekurangan pemasukan cairan tubuh. Pada orang dewasa dehidrasi dapat disebabkan karena kehilangan cairan akibat diare maupun pendarahan. Juga dapat terjadi karena pengingkatan kebutuhan cairan tubuh seperti karena adanya demam, suhu lingkungan yang tinggi, dan aktivitas yang ekstrem.

Ada beberapa jenis dehidrasi menurut tingkatannya, yaitu dehidrasi ringan, sedang, dan berat. Parameternya pun beragam dengan mengamati beberapa aspek seperti jumlah berat badan yang hilang, denyut nadi, tekanan darah, tingkat rasa haus, dan lainnya.

Gejala yang paling mudah dirasakan yaitu rasa haus yang meningkat, warna urine menjadi lebih pekat atau gelap, mulut kering dan lengket, frekuensi dan intensitas buang air kecil menurun, pusing, mudah mengantuk dan cepat lelah. Sedangkan dalam keadaan dehidrasi berat, dapat menimbulkan keadaan sangat pusing, kejang-kejang, hingga koma.

Kehilangan volume cairan yang ringan dapat diganti dengan cairan oral, meskipun banyak juga yang melakukan penggantian dengan cara parenteral. Rehidrasi adalah upaya menggantikan cairan tubuh yang keluar dengan cairan yang memadai melalui minum. Sekitar 55-60 persen berat badan orang dewasa terdiri dari air.

Kebutuhan tubuh terhadap air sehari-hari berbeda-beda untuk setiap individu, bervariasi dari 1,5 liter hingga 2 liter per harinya.

Hal ini tergantung pada berat badan dan aktifitas tiap individu. Perilaku kurang peduli terhadap pentingnya konsumsi cairan, terutama air putih dalam jumlah cukup sangat memicu terjadinya dehidrasi.

Dehidrasi dapat dicegah dengan memberikan cairan yang tepat dalam jumlah yang memadai. Berbagai macam cairan yang sering kita temui dapat dikonsumsi seperti air putih, susu, air teh, yoghurt, kuah sayuran, sup, dan lainnya.

Cairan yang dapat diberikan tentunya harus mudah menyiapkannya, dapat diterima, efektif dan aman. Minuman yang mengandung tinggi gula seperti teh manis, minuman bersoda, dan minuman instan yang manis lebih baik dihindari karena kandungan gula yang tinggi akan memperberat kondisi dehidrasi.

Ada banyak cara untuk memenuhi kebutuhan cairan, namun masyarakat lebih banyak memilih air putih sebagai pilihan. Karena selain bebas kalori, air putih juga sangat mudah didapatkan.

Seiring dengan perkembangan gaya hidup, banyak sekali bermunculan jenis minuman atau jenis cairan yang dapat dikonsumsi yang mengakibatkan masyarakat menunda mengonsumsi air putih. Sehingga masyarakat lebih banyak mengonsumsi minuman yang lebih menyegarkan, mengenyangkan, dan lebih bisa dinikmati karena rasanya yang beragam.

Dalam beberapa tahun ke belakang marak sekali tren di masyarakat luar negeri ataupun dalam negeri yang mulai mengonsumsi minuman yang dibuat sendiri dan sangat unik, yaitu infused water. Minuman ini hanya berbahan dasar air putih yang diisi dengan potongan buah, sayuran, bahkan rempah-rempah. Daripada kita harus membeli minuman komersial dengan harga yang cukup mahal, kini kita dapat membuatnya sendiri di rumah.

Minuman komersial, baik minuman bersoda, minuman berenergi, bahkan sport drink kebanyakan mengandung tinggi gula dan hampir tidak mengandung zat gizi lain yang dapat mengakibatkan kenaikan berat badan dan meningkatkan risiko penyakit diabetes mellitus tipe 2, penyakit kardiovaskuler, dan gout.

Infused water cocok menjadi alternatif untuk pemenuhan kebutuhan cairan sehari-hari. Selain hanya menggunakan air putih sebagai bahan dasar, tambahan yang dapat kita gunakan misalnya potongan buah lemon, jeruk, stroberi, anggur, kiwi, timun, daun mint, bahkan jahe atau kayu manis.

Tidak hanya enak, infused water juga lebih banyak mengandung vitamin, mineral, dan senyawa fitokimia seperti vitamin A, B kompleks, C, dan E, kalsium, magnesium, seng, serta berbagai macam antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan, memperbaiki pencernaan, penurunan berat badan, dan kesehatan kulit.

Membuat infused water tidaklah sulit. Kita bisa menyiapkannya sendiri di rumah atau kantor dari satu atau beberapa jenis buah-buahan yang tersedia. Hal pertama yang harus disiapkan adalah kita cukup memilih buah atau sayuran yang akan dicampur, cucilah sampai benar-benar bersih, kemudian memotongnya.
Jika kita menggunakan buah yang berukuran besar, seperti apel atau mangga, maka buah dapat dipotong berukuran 1 cm atau tipis-tipis. Namun jika yang kita gunakan adalah buah jeruk, silakan sisir tipis-tipis dengan ketebalan 0,7 cm.

Berbeda dengan buah berukuran kecil seperti stroberi atau anggur, kita dapat memotongnya menjadi dua atau tiga bagian sesuai kebutuhan. Perbandingannya adalah lima hingga sepuluh potong buah untuk 100 mililiter air. Kemudian masukkan buah ke dalam botol atau wadah tertutup yang berisi air matang, lalu masukkan ke dalam lemari es selama kurang lebih 2 jam atau semalaman.

Selama perendaman dan pendiaman di dalam kulkas akan terjadi aliran senyawa metabolit dari buah-buahan ke dalam air hingga bercampur menghasilkan rasa dan aroma buah. Rasa dan aroma tersebut tidaklah terlalu kuat karena ekstraksi sari buah yang dilakukan menggunakan air tidak menarik banyak senyawa dari dalam buah dalam waktu yang singkat.

Oleh karena itu, potongan buah-buahan yang digunakan sebaiknya berjumlah banyak agar intensitas rasa dan aroma yang dihasilkan cukup. Namun perpindahan senyawa dari dalam buah secara perlahan tersebut memang sesuatu yang diharapkan dari infused water supaya bisa ‘diisi ulang’.

Selama perendaman dalam lemari es akan terjadi aliran senyawa metabolit dari buah-buah ke dalam air sehingga menghasilkan rasa dan aroma yang menyegarkan. Meskipun rasanya tidak semanis jus buah yang ditambah gula, infused water memiliki rasa yang lebih ringan sehingga membuat kita tidak cepat merasa kenyang atau cukup dalam mengonsumsinya (seperti mengonsumsi air putih biasa).

Dibandingkan dengan jus buah, infused water memiliki rasa lebih segar, penyajiannya lebih menarik, mengandung kalori yang lebih rendah karena tidak membutuhkan gula murni, cara membuatnya lebih praktis, dan membuat kita tetap terhidrasi karena dapat diminum dalam jumlah banyak dan tidak terbatas waktu.
Menurut penelitian, infused water memiliki aktifitas enzimatik yang lebih aktif dibandingkan dengan jus buah, sehingga manfaat dari kandungan buah tidak banyak berkurang. Kita juga bisa memodifikasi komposisi buah infused water untuk mendapatkan rasa minuman yang kita kehendaki.

Beberapa tips untuk membuat infused water, jangan lupa untuk mencuci bersih semua buah atau sayuran yang akan dimasukkan ke dalam air, gunakan pisau khusus yang sudah dibersihkan untuk memotong buah atau sayur supaya tidak ada kontaminasi dengan bahan lain yang bisa merubah rasa, aroma, dan kandungan zat gizi.

Selain itu lebih baik gunakanlah buah dan sayuran lokal atau organik untuk menghindari tingginya kandungan pestisida atau bahan lain yang berbahaya pada buah dan sayuran yang akan digunakan. Atau kita juga bisa mengupas kulit buah dan sayurannya jika bukan menggunakan bahan organik.

Seperti peribahasa “sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui”, infused water bukan hanya soal konsumsi air dalam memenuhi kebutuhan cairan, tapi juga memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral sehari-hari. Infused water sangat cocok bagi kita yang kurang menyukai air putih karena rasanya yang tawar dan membosankan, juga cocok bagi kita yang tidak sempat mengonsumsi buah dan sayuran secara rutin.

Dengan mengonsumsi infused water kita tidak perlu khawatir akan asupan kalori berlebih ataupun kenaikan gula darah yang tidak terkontrol. Untuk itu tidak ada salahnya memilih infused water sebagai kebiasaan baru dan modern dalam memenuhi kebutuhan cairan tubuh agar kita semua terhindar dari dehidrasi dan kekurangan vitamin serta mineral. Semoga artikel ini bermanfaat untuk para pembaca sekalian, Salam semakin sehat untuk kita semua dari kami, keluarga besar Rumah Sakit Betha Medika.(*)

About admin

x

Check Also

Perawatan Luka Pasca Operasi Caesar

Luka adalah suatu gangguan dari kondisi normal pada kulit. Luka adalah kerusakan ...