Home / RUBRIK / KESEHATAN / ASYFAA / Sakit Itu Cinta…
Konsultasi Kesehatan dengan : Syahid Dzulhijjah, S.Ag Ka.Sub.Bag Kepegawaian

Sakit Itu Cinta…

Konsultasi Kesehatan dengan : Syahid Dzulhijjah, S.Ag Ka.Sub.Bag Kepegawaian

Konsultasi Kesehatan dengan :
Syahid Dzulhijjah, S.Ag
Ka.Sub.Bag Kepegawaian

Allah SWT akan senantiasa menguji hamba-hamba-Nya untuk menilai siapa yang memang benar-benar memiliki ketulusan iman. Siapa di antara hamba-hamba-Nya yang sabar, yang sanggup bertahan, baik dalam susah maupun senang, dalam sedih atau bahagia. Inilah salah satu golongan yang dirahmati Allah SWT. Para shahabat berkata saat golongan ini sedang ditimpa sakit, “Demam sehari dapat menghapuskan dosa setahun”.

 Ibn Qayyim al-Jauziyyah dalam Ath Thibb An Nabawi menafsirkan riwayat atsar ini dalam dua pengertian.

Pertama, bahwa demam itu meresap ke seluruh anggota tubuh dan sendi-sendinya. Sementara jumlah tiap sendi-sendi tubuh ada 360. Maka, demam itu dapat menghapus dosa sejumlah sendi-sendi tersebut, dalam satu hari.

Kedua, karena demam itu dapat memberikan pengaruh kepada tubuh yang tidak akan hilang seratus persen dalam setahun. Sebagaimana Sabda Nabi SAW, “Barangsiapa meminum minuman keras, maka shalatnya tidak akan diterima selama empat puluh hari.” Karena pengaruh minuman keras tersebut masih tetap ada dalam tubuhnya, pembuluh nadi dan anggota tubuh lainnya selama empat puluh hari. Wallahu a’lam. Beliau mengakhiri perkataannya.

Hal tersebut dapat dipahami dan diterima walaupun beliau (Imam Ibn al-Qayyim) masih belum mengetahui kedudukan atsar tersebut, karena kita senantiasa mengingat do’a yang seringkali diucapkan oleh Rasulullah SAW saat beliau menjenguk orang sakit. Beliau SAW senantiasa mengucapkan, “Laa ba’sa thahuurun, insya Allahu” Tidak mengapa, insya Allah menjadi pembersih (atas dosa-dosamu).

Inilah barangkali yang dimaksud, bahwa Islam memandang sakit bisa bermakna cinta. Cinta dari Sang Ilahi agar hamba-Nya tidak mendapatkan azab di akhirat kelak, maka Dia terlebh dahulu membersihkan segala noda dan dosanya di dunia. Ma syaa Allah.

 Rasulullah SAW pernah bersabda : ”Sesungguhnya besarnya pahala (balasan) sangat ditentukan oleh besarnya cobaan. Dan jika sekiranya Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan menguji dan memberikan cobaan kepada mereka”. (HR. Tirmidzi dan Baihaqi).

 Seorang wanita pernah datang dan menemui Rasulullah SAW, ia berkata : ”Saya mengidap penyakit epilepsi dan apabila penyakitku kambuh, pakaianku tersingkap. Berdoalah kepada Allah untuk diriku”. Rasulullah SAW bersabda : ”Kalau engkau bersabar, engkau mendapatkan jannah. Tapi kalau engkau mau, aku akan mendoakan agar engkau sembuh”. Wanita itu berkata : ”Aku bersabar saja”. (HR. Bukhari dan Muslim)

 Saudara kami yang barangkali hari ini sedang terbaring sakit, hendaklah kita bersabar dan ridha terhadap sakit yang menimpa kita. Dengan bersabar, kita akan mendapatkan apa yang dijanjikan Allah SWT terhadap orang yang bersabar : “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az-Zumar : 10). Aamien.(*)

loading...

About admin

x

Check Also

Mengenal Lebih Dekat Mimisan

Setiap ada darah pada muka termasuk di dalamnya mimisan atau epistaksis (bahasa ...