Home / RUBRIK / KESEHATAN / ASYFAA / Penanganan Pasien Stroke
Kepala Seksi Pidana Umum Fatwa Karya Juliandri

Penanganan Pasien Stroke

Kepala Seksi Pidana Umum Fatwa Karya Juliandri

Kepala Seksi Pidana Umum
Fatwa Karya Juliandri

Stroke termasuk penyakit serebrovaskuler (pembululuh darah otak) yang ditandai dengan kematian jaringan otak (infark serebral) yang terjadi karena berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak (Prasetyo, 2009). Penanganan fisioterapi pasca stroke adalah kebutuhan yang mutlak bagi pasien untuk dapat meningkatkan kemampuan gerak dan fungsinya (lifan, 2011).

Berbagai metode intervensi fisioterapi seperti pemanfaatan ADL, hydrotherapy , exercise therapy telah terbukti memberikan manfaat yang besar dalam mengembalikan gerak dan fungsi pada pasien pasca stroke. Akan tetapi peran serta keluarga yang merawat dan mendampingi pasien juga sangat menentukan keberhasilan program terapi yang diberikan.

Dampak lain adalah dengan penanganan yang salah akan menghasilkan proses pembelajaran sensomotorik yang salah. Hal ini justru akan memperlambat proses perkembangan gerak. Untuk itu harus dilakukan penanganan pasca stroke dengan benar dan tentunya dengan dukungan orang orang terdekat.

Fisioterapi Pasca Stroke

Penanganan fisioterapi pasca stroke adalah kebutuhan yang mutlak bagi pasien untuk dapat meningkatkan kemampuan gerak dan fungsinya Berbagai metode intervensi fisioterapi seperti pemanfaatan hidrotherapy dan exercise therapy telah terbukti memberikan manfaat yang besar dalam mengembalikan gerak dan fungsi pada pasien pasca stroke. Akan tetapi peran serta keluarga yang merawat dan mendampingi pasien juga sangat menentukan keberhasilan program terapi yang diberikan.

Secara umum kondisi pasien pasca stroke sering sekali mengalami masalah pada kestabilan emosional karena adanya perubahan kemampuan dalam melakukan aktivitas. Hal ini harus anda sadari sehingga tetap untuk melakukan pendekatan kooperatif. Penanganan dini yang tepat akan mengurangi tekanan psikologis tersebut.

Seorang pasien stroke selalu merasa putus asa karena pasien merasa kelumpuhan seakan-akan pasti tidak dapat dipulihkan lagi. Bahkan keyakinan kalau potensi untuk sembuh selalu ada. Motivasi pasien mungkin akan menjadi Iebih meningkat jika pasien dapat merasakan adanya perubahan yang positif setiap diberikan tindakan, karena yang paling tahu tentang peningkatan kemampuan gerak adalah pasien sendiri. Untuk itu terapi yang diberikan haruslah tepat.

Pada pasien pasca stroke yang mengalami kelemahan biasanya hanya pada daerah lengan dan tungkai sementara untuk tubuh tidak mengalami kelemahan atau fldak selayu anggota geraknya. Biasanya pasien mampu duduk dengan tegap. Banyak yang mengkondisikan tubuhnya ikut lemah padahal harusnya pasien bisa melakukan aktivitas duduk.

Beberapa tindakan yang dapat dilakukan jika kondisi umum keseluruhan stabil menurut lrfan (2011), antara lain sebagai berikut:

• Hindari posisi tidur terlentang sebab posisi tidur terlentang akan membuat otototot postur tidak bekeja dan berdampak semakin cepatnya terjadi penurunan kekuatan otot Cobakan dengan posisi duduk dengan sandaran punggung dan tangan atau minimal posisi tidur miring.

• Berikan posisi tidur miring dengan cara (bagi pasien stroke yang mengalami kelumpuhan pada
sisi kiri. Jika posisi tidur miring kekanan maka berikan topangan path lengan kiri dan tungkai kiri dengan menggunakan bantal. Usahakan posisi kepala sejajar dengan tulang belakang. Jika posisi miring ke kiri maka posisikan lengan kin lurus dan geser scapula agak kedepan. Posisi kaki kiri lurus dan kaki kanan ditekuk dengan sanggahan bantal. Usahakan kepala sejajar dengan tulang belakang.

• Berikan perubahan posisi setiap 1 jam.
Otot pada penderita stroke sering niengatami kelemahan kemaidian atri (Putra, 2011) ini yang juga perlu diperhatikan pada penderita stroke sehmgga memerlukan terapi khusus untukmengembangkan kemampuan geraknya kembali. Kerusakan pada saraf memang sulit untuk dipulihkan tapi bukan berarti tidak bias, dengan terapi secara rutin kerusakan bisa diminalisir bahkan sembuh.(*)

About

x

Check Also

Mengenal Lebih Dekat Mimisan

Setiap ada darah pada muka termasuk di dalamnya mimisan atau epistaksis (bahasa ...