Home / RUBRIK / KESEHATAN / ASYFAA / Makanan Sehat Bebas MSG
KARYAT SUDARYAT Tim Gizi RSI.ASSYIFA

Makanan Sehat Bebas MSG

KARYAT SUDARYAT Tim Gizi RSI.ASSYIFA

KARYAT SUDARYAT
Tim Gizi RSI.ASSYIFA

Seiring dengan berkembangnya zaman kemajuan kreasi masakan saat ini sangat berkembang tapi bagaimana kita bisa menyikapinya baik itu dampak positif maupun dampak buruknya dari bahan makanan yang kita konsumsi tersebut. Salah satu bahan penyedap makanan yang kerap dikonsumsi masyarakat khususnya di Indonesia adalah Monosudium Glumate (MSG) atau yang biasa disebut vetsin ataupun michin. Ternyata di balik kenikmatan vitsin atau MSG tersebut ini, disinyalir berbahaya bagi kesehatan tubuh terutama kesehatan anak-anak.
MSG adalah garam natrium (sodium) dari asam glutamate (salah satu asam amino non esensial penyusun protein). MSG dijual sebagai kristal halus berwarna putih, dan penampakannya mirip gula pasir atau garam dapur. Glutmate adalah asam amino (amino acid) yang secara alami terdapat pada semua bahan makanan yang mengandung protein. Misalnya keju, susu, daging, ikan, dan sayuran. Glutmate juga diproduksi oleh tubuh manusia dan sangat diperlukan untuk metabolisme tubuh dan fungsi otak. Setiap orang rata-rata membutuhkan 11 gram glutamate per hari yang didapat dari sumber protein alami.
Monosuidum Glutamate adalah zat penambah rasa pada makanan yang dibuat dari hasil fermentasi zat tepung dan tetes gula beet atau gula tebu. Ketika MSG ditambahakan pada makanan, dia memberikan fungsi yang sama seperti glutamate yaitu memberikan rasa sedap pada makanan. MSG sendiri terdiri dari air, sodium, dan glutamate. Secara sederhana MSG dibagi menjadi dua jenis yakni alami dan buatan. MSG alami sudah pasti sehat untuk dikonsumsi, sedangkan yang buatan justru banyak beredar dan sangat berpotensi mendatangkan gangguan kesehatan. Jika digunakan secara berlebihan, MSG mempunyai banyak efek negatif terhadap tubuh di antaranya dapat mengakibatkan kerusakan sel jaringan otak, kanker, dan alergi.
MSG memberikan rasa gurih dan nikmat pada berbagai masakan, walaupun begitu sebenarnya tidak memberikan rasa gurih yang berarti. MSG aman dikonsumsi sejauh penggunaannya tidak berlebihan. Meski dinilai aman, MSG hendaknya tidak diberikan bagi orang yang tengah mengalami cidera otak karena stroke, terbentur, terluka atau penyakit syaraf. Mengonsumsi MSG menyebabkan penumpukan asam glutamate pada jaringan sel otak yang bisa berakibat kelumpuhan. Batasan aman yang pernah dikeluarkan oleh badan kesehatan dunia World Health Organization (WHO), asupan MSG per hari sebaiknya sekitar 0-120 mg/kg berat badan. Alangkah lebih baik jika kita membiasakan diri untuk tidak menggunakan MSG dalam setiap masakan yang kita masak agar kesehatan tubuh kita bisa terjaga tentunya.

About

x

Check Also

Mengenal Lebih Dekat Mimisan

Setiap ada darah pada muka termasuk di dalamnya mimisan atau epistaksis (bahasa ...