Home / RUBRIK / KESEHATAN / ASYFAA / BUDAYA HAND HYGIENE SEBAGAI UPAYA UNTUK MENCEGAH DAN MENGENDALIKAN INFEKSI DI RUMAH SAKIT

BUDAYA HAND HYGIENE SEBAGAI UPAYA UNTUK MENCEGAH DAN MENGENDALIKAN INFEKSI DI RUMAH SAKIT

AsifaBismillahirrahmaanirrahim,
Assalamu’alaikum wr. wb.

Oleh : Tina Oktarina, AMK
Team PPI RSI.ASSYIFA

Hand Higiene atau budaya cuci tangan adalah suatu hal yang penting dalam kegiatan sehari hari terutama dalam pelayanan kesehatan, karena dapat memutus infeksi Nosokomial (infeksi yang terkait dengan pelayanan kesehatan) yang dapat timbul dari pasien ke orang lain, maupun dari orang lain ke pasien.
Hand hygiene telah ditetapkan oleh World Health Organization (WHO) sebagai salah satu faktor penentu keselamatan pasien. Keselamatan pasien menjadi hal yang harus diutamakan oleh setiap praktisi kesehatan dan semua komponen rumah sakit. Salah satu cara sederhana yang bisa dilakukan dan tidak boleh dilupakan yakni dengan hand hygiene.yaitu mencuci tangan dengan enam gerakan. Hand Hygiene itu sendiri sendiri terdiri dari 2 macam, yaitu handrub cuci tangan dengan cairan yang berbasis alkohol dan hand wash. Sedangkan untuk pelaksanaannya ada 5 moment yang harus dilaksanakan dalam Hand Hygiene.

Yakni : sebelum dan sesudah kontak dengan pasien, sebelum melakukan tindakan asepsis, sesudah terkena cairan tubuh pasien dan sesudah kontak dengan sekitar lingkungan pasien.Selain hal tersebut di atas hand hygiene dapat dilakukan sebelum petugas mengawali rutinitas tugasnya, diantara prosedur atau tindakan yang berbeda pada pasien yang sama, sebelum menyiapkan, menangani, dan menyediakan makanan dan minuman pasien, atau pun sebelum dan sesudah mengenakan sarung tangan.
Banyak dari praktisi kesehatan yang menyepelekan mencuci tangan (hand hygiene) sebelum dan sesudah melakukan aktivitas di lingkungan Rumah Sakit. Padahal hand hygiene telah terbukti dapat mengurangi jumlah bakteri penyebab penyakit melalui tangan. Hand hygiene juga harus dilakukan oleh semua orang yang ada di lingkungan rumah sakit. Termasuk pengunjung, satpam dan pegawai di rumah sakit.
Ada enam langkah hand hygiene yang telah ditetapkan oleh WHO. Langkah-langkah tersebut dimulai dengan meratakan sabun dengan menggosokkan pada kedua telapak tangan. Kemudian menggosok punggung tangan dan sela-sela jari, menggosok kedua telapak dan sela-sela jari kedua tangan, menggosok kedua punggung tangan dengan posisi kedua tangan saling mengunci, menggosok ibu jari kiri dengan diputar dalam genggaman tangan kanan dan sebaliknya. Terakhir mengusap ujung kuku tangan kanan dengan diputar di telapak tangan kiri dan sebaliknya, kemudian bilas.
Seluruh praktisi kesehatan harus memiliki kesadaran untuk membiasakan diri dengan hand hygiene di lima momen yang telah ditentukan oleh WHO tersebut, agar keselamatan pasien bisa terjaga. “Mencuci tangan kelihatannya sepele namun hal itu bisa mengurangi jumlah penyakit dan bakteri yang menyebar melalui tangan.
Upaya untuk mencegah dan mengendalikan infeksi di rumah sakit harus ditingkatkan. Langkah efektif yang paling sistematis adalah dengan menerapkan hand hygiene sebagai budaya petugas kesehatan pada lima saat yang tepat dengan enam langkah yang benar. (*)

loading...

About

x

Check Also

Wujudkan Sinergi Bidang Wisata

SEBAGAI institusi pendidikan, IMWI memandang perlunya sepemahaman antar para pemangku kepentingan dalam ...