Home / RUBRIK / KESEHATAN / Jaga Alat Reproduksi Sebagai Aset
KAMPANYE : dokter Rumah Sakit (RS) Hermina, Tsaqyla Sabansya bersama Pemred Radar Sukabumi, Untung Bachtiar saat menyosialisasikan reproduksi sehat di MAN 1 Kota Sukabumi, kemarin (8/9)

Jaga Alat Reproduksi Sebagai Aset

KAMPANYE : dokter Rumah Sakit (RS) Hermina, Tsaqyla Sabansya bersama Pemred Radar Sukabumi, Untung Bachtiar saat menyosialisasikan reproduksi sehat di MAN 1 Kota Sukabumi, kemarin (8/9)

KAMPANYE : dokter Rumah Sakit (RS) Hermina, Tsaqyla Sabansya bersama Pemred Radar Sukabumi, Untung Bachtiar saat menyosialisasikan reproduksi sehat di MAN 1 Kota Sukabumi, kemarin (8/9)

SUKABUMI – Sangat antusias. Begitu semangat pelajar MAN 1 Kota Sukabumi saat mendengarkan dan sesi tanya jawab pada ‘kampanye pendidikan seks untuk remaja’ di Masjid MAN 1 Kota Sukabumi, kemarin (8/9).   Mereka tak malu menanyakan hal-hal yang dianggap tabu kepada dokter Rumah Sakit (RS) Hermina, Tsaqyla Sabansya soal alat reproduksi pria dan wanita, penyebaran HIV/AIDS hingga cara penanggulangannya.

Kegiatan hasil kerja sama RS Hermina dan Harian Radar Sukabumi di MAN Kota Sukabumi ini, merupakan agenda yang kedelapan  kalinya.   ”Kami sangat mendukung kegiatan ini dan bersyukur tim dari RS Hermina dan Radar Sukabumi singgah dan ‘kampanye’ di sekolah kami,” ujar Kepada MAN 1 Kota Sukabumi, Isep. Menurutnya, kendati MA sudah digembleng dengan kegiatan agama dan pelajaran ilmu biologi, namun informasi tentang kesehatan reproduksi sangat dibutuhkan.

Terlebih informasi itu langsung disampaikan oleh dokter ahlinya. Sehingga para siswanya menjauhi hal-hal yang mengganggu kesehatan reproduksi anak didiknya.   Terlebih lagi informasi tentang seks yang begitu mudah diakses sering kali menyesatkan dan membawa remaja ke arah negatif dan berdampak pada masa depan remaja.

”Kami memberikan porsi pelajaran agama cukup besar, tapi pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, perilaku menyimpang remaja, seks bebas dan dampak-dampak mengerikan dari sisi kesehatan perlu anak-anak remaja ketahui,” jelasnya.

Ke depan, pihaknya meminta agar tim dari RS Hermina dan Radar Sukabumi terus berkampanye menyebarkan virus kebaikan dan pengetahuan reproduksi agar siswa-siswi di Kota Sukabumi menjauhi seks pranikah, pergaulan bebas, narkoba.   Sementara itu, Tsaqyla Sabansya merasa kaget dengan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi. Rata-rata pengetahuan ini dari internet dan buku-buku pelajaran. Sayangnya pengetahuan di internet sering kali salah dan disalahmanfaatkan, karena tidak jelas atau tidak bertanggung jawab yang memberikan informasinya.

Misalnya saja, informasi seks hanya yang bersifat pornografi dan hal yang enak-enak saja. ”Pandangan remaja soal seks umumnya adalah mesum, pornografi. Padahal pendidikan seks ini adalah pengetahuan remaja tentang perubahan yang ada pada tubuh secara alamiah. Misalnya seorang ramaja putra mengalami mimpi basah, suara membesar, tumbuh bulu-bulu di bagian tubuh tertentu. Begitu juga seorang remaja putri mengalami menstruasi, penyudara membesar dan bagian tubuh lain membesar,” jelasnya.

Untuk itulah, remaja putra dan putri harus mengetahui pengetahuan tentang kesehatan reproduksi agar bisa menjaga alat reproduksi menjadi sehat. Cara menjaganya yakni tidak melakukan seks pranikah, nikah pada usia dini dan menjauhi dari perilaku seks menyimpang seperti onani, masturbasi di kalangan remaja.   ”Alat reproduksi kalian adalah aset. Jadi jaga aset kalian ini sampai usia matang untuk menikah dan tentunya sudah berpenghasilan khusus untuk pria,” tambah Tsaqyla.

Tsaqyla menekankan tiga hal, yakni  bahaya seks bebas, penggunaan narkoba, penyakit HIV/AIDS. Para remaja harus memahami betul bahaya dari ketiga hal tersebut supaya bisa menghindarinya. Selain itu, pemicu remaja melakukan seks bebas ada di antaranya bisa karena hubungan komunikasi antara anak dan orang tua yang buruk, sehingga membuat si anak tak mendapatkan pemahaman atau nasehat atas dampak dari bahaya seks bebas.  Pergaulan dan lingkungan yang salah kadang menggiring remaja melakukan seks bebas.

”Belum macho kalau enggak melakukan itu. Jadi teman sebaya kadang bisa jadi pemicu remaja melakukan seks bebas,” ujarnya.

Sedangkan Pemred Radar Sukabumi, Untung Bachtiar menambahkan, akses internet yang mudah dan salah kaprah membuat para remaja bisa melihat berbagai tayangan pornografi. Dari konten pornografi ini menjadi pemicu melakukan seks bebas di kalangan remaja. Apalagi usia remaja ingin coba-coba ‘menikmati’ hubungan suami istri saat pacaran atau pranikah.

Seks bebas itu tidak baik untuk siapa saja, khususnya para remaja karena dampak negatifnya cukup banyak, seperti terkena penyakit menular HIV/AIDS, kehamilan usia dini, aborsi (mengugurkan kandungan yang tidak diharapkan). “Saya berharap adik-adik bisa melihat masa depan. Jangan sekali-kali dekati zina dan adik-adik harus bisa melewati masa transisi kehidupan remajanya,” imbuhnya. (lan/t). 

About admin

x

Check Also

Tanam Benang Bikin Kencang Wajah

TIP SEHAT – Metode tanam benang wajah, sepertinya masih menjadi primadona bagi ...