Home / RUBRIK / KESEHATAN / RS HERMINA / Seks Bebas masih Ancaman Remaja
Foto :Muhammad Iqbal // Radar Sukabumi INTERAKSI: Para siswa SMK Pasim Plus berinteraksi dengan dr. Khomainy, SpOG dalam sosialisasi kesehatan reproduksi di Aula Gedung SMK Pasim, Sukabumi, Kamis (3/9)

Seks Bebas masih Ancaman Remaja

SMK Pasim Plus

Foto :Muhammad Iqbal // Radar Sukabumi
INTERAKSI: Para siswa SMK Pasim Plus berinteraksi dengan dr. Khomainy, SpOG dalam sosialisasi kesehatan reproduksi di Aula Gedung SMK Pasim, Sukabumi, Kamis (3/9)

SUKABUMI – Referensi tentang pengetahuan seks saat ini mungkin terbuka dengan mudah, seperti akses untuk menelaah lebih vulgar dengan hanya membuka konten porno di internet. Namun untuk saat ini tidak bisa dipungkiri masih banyak fungsi dari internet itu sendiri tidak dimanfaatkan secara benar dan positif. Makanya, Rumah Sakit (RS) Hermina yang bekerja Harian Radar Sukabumi dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dinas P&K) Kota Sukabumi konsisten melaksanakan kampanye kesehatan reproduksi. Kali ini kampanye pada sedikitnya 300 siswa SMK Pasim Plus, kemarin (3/9).
Dokter RS Hermina, Khomainy menjelaskan, kampanye kepada para pelajar seperti ini merupakan sosialisasi yang lebih tepat. Lantaran, pembicara bisa langsung tatap muka untuk memberikan pemahaman kesehatan reproduksi. Sosialisasi yang bertemakan Membentuk Generasi Sehat, Cerdas dan Bertanggung Jawab itu semata-mata untuk memberikan pemaham seks sejak dini. Sehingga, para pelajar tidak melakukan penyimpangan lantaran mendapat informasi tentang bahayanya seks bebas. Apalagi seks bebas masih menjadi ancaman bagi kalangan remaja hingga sekarang. “Kampanye kesehatan reproduksi kepada remaja bertujuan untuk memberikan pendidikan seks untuk remaja khususnya di kalangan para siswa SMA/MA/SMK dan sederajat. Karena tidak dapat dipungkiri terjadinya penyimpangan seks ini karena kurangnya informasi atau pengetahuan yang benar dan bertanggungjawab,” jelas Khomainy.
Tak hanya itu, pembicara dalam sosialisasi tersebut berkompeten yakni dokter dari RS Hermina yang sudah melakukan sosialisasi. Di Kota Sukabumi sendiri sedikitnya sudah tujuh kali dan hasilnya sangat efektif, karena para siswa ternyata antusias bertanya seputar tentang bahaya seks bebas dan berusaha untuk menjauhinya. “Saya merasa program ini sangat efektif. Seperti yang tadi beberapa kali ditanyakan, salah satu pertanyaan dampak dari perilaku penyimpangan seks, yang memang para remaja kini harus mengetahui itu,” paparnya.
Sementara itu, Kepala SMK Pasim Plus, Joko Mulyantoro, mengaku senang dengan adanya program tersebut. Sehingga, siswanya bisa berinteraktif langsung dengan narasumber yang merupakan ahli di bidang keilmuan kesehatan reproduksi. “Saya apresiasi kegiatan ini, saya yakin manfaatnya akan dirasakan para siswa. Saya ucapkan terima kasih kepada penyelenggara kampanye,” ucapnya.
Dirinya pun berharap kegiatan seperti ini nantinya para siswa bisa lebih mendetail mengetahui tentang rugi dan bahayanya perilaku penyimpangan seks atau seks bebas.
“Banyak manfaat, selain mengetahui keilmuannya saya harapkan juga nantinya para siswa bisa lebih waspada,” pungkasnya.
Sedangkan Pemred Radar Sukabumi, Untung Bachtiar mengatakan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari hasil survey Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi, yakni 53 persen siswi di Kota Sukabumi sudah tidak perawan. Maksud tidak perawan ini, siswi sudah melakukan ciuman, pegangan. ”Pengertian tidak perawan ini, bukan karena sudah melakukan hubungan suami istri, tapi sudah terbiasa melakukan kissing (ciuman), pegang tangan, pegang-pegang organ sensitif. Makanya kami perlu menindaklanjuti hasil survey ini dengan langkah nyata yakni kampanye kesehatan reproduksi,” jelasnya.
Kegiatan ini sudah berlangsung di tujuh sekolah yang ada di Kota Sukabumi. Rencananya kegiatan ini akan terus berlangsung, sampai kesadaran para remaja pada bahaya seks bebas semakin besar dan menjauhinya. Tentunya kegiatan ini masih membutuhkan dukungan dari pihak lain agar kekuatannya semakin besar. (cr7/t)

About admin

x

Check Also

Tanah Sengketa Bakal Dihijaukan

SUKABUMI – Jika pemenang lelang sudah ditetapkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi memutuskan ...