Home / RUBRIK / KESEHATAN / RS HERMINA / Radar Sukabumi dan RS Hermina Gencar Sosialisasi
AKTIF : Pembicara dari tim Rumah Sakit Hermina dr. Khomainy SpOG, memberikan pengarahan kepada pelajar di SMK Padjajaran, Jalan Cemerlang, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, kemarin (17/2). Foto:ikbal/radarsukabumi.

Radar Sukabumi dan RS Hermina Gencar Sosialisasi

SUKABUMI – Pendidikan seks bagi kalangan pelajar mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan sekarang ini. Untuk itu, Radar Sukabumi bekerja sama dengan Rumah Sakit Hermina gencar mengunjungi sejumlah SMA se-Kota Sukabumi untuk bisa memberikan pemahaman yang benar mengenai kesehatan reproduksi. Kali ini, tim mendatangi Sekolah Menengah Kejuaran (SMK) Padjajaran di Jalan Cemerlang, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, kemarin.

Ketua Panitia Sosialisasi, Untung Bachtiar mengungkapkan dengan membawa misi yang kuat untuk memberikan pemahaman kepada pelajar agar tidak melakukan hal-hal yang menyimpang dan tidak terpuji. Pihaknya berupaya terus berkeliling ke sejumlah sekolah untuk memberikan pengetahuan mengenai pendidikan seks. “Biar mereka lebih jelas mengetahui bahaya dan risiko pergaulan seks bebas di usia mereka,” ujarnya.

Ia menambahkan, fenomena kenakalan remaja di Kota Sukabumi ini tidak akan mudah bisa terselesaikan dengan hanya mengadakan sosialisasi seperti ini. Semua pihak mulai dari orang tua dan sekolah harus bertanggung jawab untuk memberikan pengetahuan dan kontrol terhadap generasi penerus bangsa untuk menjadi lebih baik. “Akan tetapi setidaknya dengan ini pelajar bisa mendapatkan pengetahuan yang lebih dari narasumber yang tepat,” ujarnya.

Sementara itu, menurut narasumber dari RS Hermina, dr Khomainy, pengetahuan dan pemahaman pendidikan seks di kalangan pelajar sangatlah penting. Dengan pengetahuan sedini mungkin untuk mulai mengerti pentingnya pendidikan seks di kalangan mereka agar tidak terjerumus ke dalam jurang yang gelap. Di sini, dirinya memberikan pengetahuan mengenai secara rinci bahaya seks bebas dan bagaimana cara untuk bisa menghindari agar tidak terjebak dalam seks bebas. “Kita mencoba pelajar untuk bisa mengenali diri sendiri terlebih dahulu dan setelah itu memberikan pemahaman untuk pengendalian diri pada situasi yang berbahaya,” ujarnya.

Ia menilai, untuk mencegah terjadinya pergaulan yang menyimpang di kalangan pelajar, hal terpenting bagi pelajar harus memiliki rasa tanggung jawab pada dirinya sendiri. Setelah mendapatkan bekal pengetahuan pendidikan seks yang jelas dan dibarengi dengan rasa tanggung jawab, pasti kalangan pelajar bisa untuk mengendalikan diri. “Menanamkan rasa tanggung jawab yang tinggi bagi pelajar itu modal penting pergaulan zaman sekarang ini,” ujarnya.

Dokter spesialis kandungan ini menambahkan, memang permasalahan mengenai hubungan seks itu sudah tabu diperbincangkan oleh pelajar. Akan tetapi dengan adanya informasi yang benar mengenai kesehatan reproduksi jadi pelajar tidak salah mengartikan dan tidak ada suatu penyaluran melakukan hal-hal yang tidak baik. “Ketika mereka mengetahuinya secara gamblang dan benar, pasti mereka tidak melakukan hal buruk,” ujarnya.

Menurut Wakil Kepala Sekolah Bagian Kurikulum, Irva Noviani, sosialisasi ini memang cukup berharga untuk bekal perjalanan hidup pelajar akan datang. Pengetahuan mereka akan bertambah dan bisa memahami lebih jelas dari narasumber yang berkompeten di bidangnya. “Semoga pelajar bisa mengerti bahaya seks dan akan menjauhinya,” ujarnya.

Irva menjelaskan, di sekolah ini memang ada program-program pengenalan pendidikan seks sejak dini agar pelajar tidak melakukan hal menyimpang. Pembekalan untuk wanita biasa sering didapat dalam acara keputrian setiap hari Jumat. Sementara lelaki, diberikan bimbingan khusus dari guru bimbingan konseling. “Tak hanya itu biasanya pihak puskesmas pun sering mengadakan acara seperti ini,” ujarnya. (bal/t)

loading...

About admin

x

Check Also

Benur Antara Hukum dan Kebutuhan, 12 Jam Raup Keuntungan Rp15 Juta

AKTIVITAS menangkap Benur (benih) Lobster dilarang keras oleh pemerintah melalui Peraturan Menteri ...