Home / RUBRIK / ARTIKEL / Catatan Redaksi / Divonis HIV/AIDS Setelah Jadi TKW di Luar Negeri

Divonis HIV/AIDS Setelah Jadi TKW di Luar Negeri

Kenapa Virus Hinggap di Tubuh IRT Tak Berdosa

Langit yang cerah, tiba-tiba menjadi mendung setelah Prita (bukan nama sebenarnya, red) divonis mengidap HIV/AIDS oleh dokter, perempuan yang diketahui sebagai Ibu Rumah Tangga (IRT) ini tak menyangka bisa mengidap penyakit mematikan, soalnya dirinya tak pernah melakukan kegiatan seks bebas maupun dunia malam. Bagaimana kisahnya? berikut penyataannya.

Handi Salam, Sukabumi

Sepintas tidak ada yang berbeda dari sosok wajah Prita dari para peserta yang hadir dalam kegiatan seminar sehari, bahkan salah satu narasumber dari perusahaan swasta memuji dirinya dengan polosnya bahwa Prita sangat bersemangat hadir dalam seminar sehari yang diadakan oleh KPA di Gedung Hotel Salabintana belum lama ini. Prita yang pada pukul 08.00 WIB sudah nampak hadir di sela-sela para peserta lainnya memang tidak memperlihatkan dirinya sebagai penderita HIV/AIDS.

Dengan membawa satu anaknya dirinya percaya diri berbaur dengan para peserta lainnya. Baru setelah acara berjalan, Prita diminta untuk ke depan untuk menceritakan kisahnya, sontak semua peserta terkagum-kagum dan merasa kasihan kepada ibu tersebut, soalnya apa yang diterima oleh dirinya bukan dari akibat perbuatannya.

Saat berdiri di depan mimbar, Prita menceritakan kisahnya kepada seluruh peserta. Menurutnya, kejadian tak disangka seumur hidup itu berawal ketika dirinya menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) ke timur tengah, saat itu dirinya pergi mencari nafkah untuk keluarga selama dua tahun lebih.
“Saya adalah mantan TKI yang pernah kerja di luar negeri,”cetusnya kepada para peserta seminar satu hari pada Sabtu (6/12).

Pada saat bekerja menjadi TKW di luar negeri dirinya pernah jatuh sakit hingga dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan pertama, namun karena sakitnya terbilang parah dokter menyuruhnya untuk transfusi darah. Awalnya dirinya tidak merasa bahwa transfusi darah itu akan berbahaya dari tubuhnya, namun tak disangka, proses transfusi darah itu berakibat petaka bagi dirinya.

“Saya tidak tahu virus ini datang dari mana, saya tidak melakukan yang dilarang agama (seks bebas, red) dan tidak menggunakan narkoba, kenapa saya harus divonis penyakit yang tak seharusnya menyerang tubuh saya. Tapi saya yakin bahwa virus ini ada ketika saya melakukan transfusi darah saat sakit pas jadi TKW,”terangnya dengan wajah bersedih.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, meski awalnya tak bisa menerima virus ini ada di tubuhnya. Namun, dirinya saat ini berusaha untuk tabah dan bersabar menghadapi ujian seumur hidup ini. Toh saat ini dirinya tak merasa sendiri dan masih ada yang peduli dengan penyakit yang dideritanya. “Saya tegar menghadapinya, masih banyak teman saya yang mengalami serupa. Dari itu saya sebisa-bisa menjalani dengan sabar dan ikhlas, tak lupa juga dengan berperilaku hidup sehat ditambah minum obat yang dianjurkan, “tukasnya. (*)

loading...

About

x

Check Also

Saatnya Berlari !!!

KABUPATEN Sukabumi sudah saatnya harus menjadi tua-tua keladi. Menjadi sepuh yang memiliki ...