Home / RUBRIK / KESEHATAN / RS HERMINA / Ayo Perangi Seks Bebas Remaja
BAHAYA SEKS BEBAS: Dokter RS. Hermina, dr Andreansyah Nugraha menyampaikan materi tentang bahaya seks bebas di hadapan perwakilan pelajar se- Kota Sukabumi di Aula SMAN 1 Kota Sukabumi, kemarin (22/9). Foto:fajarsidik/radarsukabumi

Ayo Perangi Seks Bebas Remaja

BAHAYA SEKS BEBAS: Dokter RS. Hermina, dr Andreansyah Nugraha menyampaikan materi tentang bahaya seks bebas di hadapan perwakilan pelajar se- Kota Sukabumi di Aula SMAN 1 Kota Sukabumi, kemarin (22/9). Foto:fajarsidik/radarsukabumi

BAHAYA SEKS BEBAS: Dokter RS. Hermina, dr Andreansyah Nugraha menyampaikan materi tentang bahaya seks bebas di hadapan perwakilan pelajar se- Kota Sukabumi di Aula SMAN 1 Kota Sukabumi, kemarin (22/9). Foto:fajarsidik/radarsukabumi

SUKABUMI–Seks bebas di kalangan remaja sudah sangat meresahkan semua orang di negeri ini khususnya Sukabumi. Betapa tidak,  anak muda begitu mudah mendapatkan konten pornografi di internet. Lemahnya pengawasan orangtua dan rendahnya keimanan remaja memperparah keingingantahuan sang remaja ‘mengekplore’ seks melalui smartphone dalam gengaman  tanpa ada pendampingan dari guru ataupun orang yang bertanggungjawab. ”Pada usia remaja rasa keingintahuan tentang seks begitu besar. Jadi harus ada pembimbingan dari orangtua, guru dan kita semua termasuk media massa agar  tak melakukan seks yang menyimpang,” kata Dokter RS. Hermina, dr Andreansyah Nugraha saat sosialisasi kampanye bahaya seks bebas di kalangan remaja, kemarin (22/9).

Prilaku seks yang menyimpang tersebut adalah seks pranikah. Nah, saat ini remaja mendapat informasi yang salah tentang seks yang mengambarkan tentang kesenangan, kenikmatan semata. Tapi informasi atau dampak setelah mendapatkan kesenangan itu, seperti penyakit menular seksual (PMS) yakni sefilis atau raja singa, herfes, klamidia, kutil kelamin, hepatitis B dan yang paling parah adalah Human Immunodeficiency Virus dan Acquired/Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) sedikit sekali yang mengulasnya. ”Tak ada yang positif dari seks bebas ini, semuanya negatif, baik itu dari sisi keagamaan, kesehatan, sosial, psikologi pelakunya,” jelas dr Andreansyah.

Untuk itu, dirinya mengajak  para siswa dalam mencari tahu tentang seks ini harus bertanya kepada yang tahu atau ahlinya, misalnya kepada orangtua, guru dan dokter.  Misalnya orangtua atau guru tak bisa menjelaskan tentang seks itu apa, bisa bertanya pada dokter. Nah, dokter ini yang menjelaskan secara medis tentang seks tersebut secara utuh. Bahaya seks bebas lainnya yakni hamil di luar nikah, aborsi. ” Bahkan untuk efek aborsi sangat fatal seperti infeksi, pendarahan hingga kematian,trauma, perasaan sedih hingga bersalah yang menghantui seumur hidup,”tuturnya.

Untuk efek ketagihan, kata Andriansyah secara biologis memang susah untuk dihindari karena itu merupakan siklus. Namun dirinya memiliki tips agar rasa ketagihan itu dapat dihindari seperti halnya perbanyak kegiatan positif seperti berolahraga dan aktifi di kegiatan intra sekolah. “Hindari juga menyendiri dan melamun karena bakalan timbul pikiran-pikiran negatif,” ungkapnya.

Makanya, tim dokter RS Hermina bersama Harian Pagi Radar Sukabumi bakal ‘blusukan’ mengadakan sosialisasi kesehatan reproduksi dan bahaya seks bebas ini kepada pelajar di Kota Sukabumi. Harapannya, para pelajar ini dapat mengetahui bahwa seks pra nikah atau seks bebas sangat membahayakan bagi masa depan pelakunya dan umumnya bangsa dan negara ini.

Sementara itu, Pemred Radar Sukabumi, Untung Bachtiar mengatakan kegiatan sosialisasi tentang kesehatan reproduksi dan seks bebas ini merupakan kegiatan kerjasama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi, RS Hermina dan Harian Pagi Radar Sukabumi, Pocari Sweat dan provider seluler XL. Pada tahap pertama diikuti sedikitnya 180 perwakilan pelajar dari SMA/SMK/MA di Kota Sukabumi. Dalam kesempatan itu, Untung meminta maaf kepada pelajar Sukabumi atas pemberitaan berjudul 23 persen siswi Sukabumi tak perawan. Meski begitu, fenomena seks bebas di kalangan pelajar memang ada, tapi tak ada angka atau jumlahnya pastinya. “Kita semua khawatir tentang fenomena seks bebas ini. Bila ada pembiaran atas fenomena ini, kita semua ikut mengiyakan dan menciptakan kondisi negara yang kacau pada masa depan,”ujarnya.

Untung mengatakan, bahaya seks bebas ini secara bertahap dapat menghancurkan mental generasi muda dan bangsa Indonesia kedepannya. Bila virus seks bebas ini sudah mewabah, negara lain bakal mudah dan melumpuhkan pertahanan negara kita. ” Untuk itu, Radar Sukabumi berkomitmen  akan keliling di kota dan Kabupaten Sukabumi untuk mengkampanyekan bahaya seks bebas di kalangan remaja,” ucapnya.

Sementara itu, Kabid Dikmen Disdik Kota Sukabumi, Iyus Ruslan mengatakan, kegiatan semacam ini harus sering dan konsisten berlangsung tiap bulannya.  Dalam kegiatan sosialisasi ini sedikitnya 180 siswa perwakilan SMA/MA/SMK se Kota Sukabumi. “Mudah-mudahan pertemuan kali ini berlanjut ke  sekolah di lain waktu secara detail. Sehingga para pelajar lebih mengerti dan dapat memerangi seks bebas,” tuturnya.

Sementara itu, salah seorang siswa, Wita Tania (16) mengatakan, kegiatan ini sangat  positif, meskipun dirinya sudah mengetahui kesehatan reproduksi ini di pelajar Biologi. Tapi datangnya narasumber seorang dokter, menambah pas pengetahuannya tentang bahaya seks bebas di kalangan remaja atau pelajar.  “Kalau sama teman-teman kan curhatnya kadang ada yang menjerumuskan,” jelasnya.

Dia pun bakal menyebarluaskan informasi tentang bahaya seks bebas ini pada rekan-rekannya di sekolahannya. Soalnya ia bersama dua rekannya diutus untuk mengikuti kegiatan ini. ”Pastinya pengetahuan ini saya akan share (dibagikan, red) ke teman-teman lainnya,” pungkasnya. (jay)

About admin

x

Check Also

Perkuat Pengawasan TKA

SUKABUMI – Terkuaknya keberadaan tiga tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok di ...