Home / UTAMA / Usai UTS, Pelajar Sukabumi Tawuran
KORBAN TAWURAN:Seorang pelajar AMS, Aditia mengalami luka bacok di pelipisnya usai terlibat tawuran di Degung kemarin. foto:handi/radarsukabumi
KORBAN TAWURAN:Seorang pelajar AMS, Aditia mengalami luka bacok di pelipisnya usai terlibat tawuran di Degung kemarin. foto:handi/radarsukabumi

Usai UTS, Pelajar Sukabumi Tawuran

KORBAN TAWURAN:Seorang pelajar AMS, Aditia mengalami luka bacok di pelipisnya usai terlibat tawuran di Degung kemarin. foto:handi/radarsukabumi

KORBAN TAWURAN:Seorang pelajar AMS, Aditia mengalami luka bacok di pelipisnya usai terlibat tawuran di Degung kemarin. foto:handi/radarsukabumi

*Satu Siswa AMS Kena Bacok

SUKABUMI — Momen usai melakukan Ujian Tengah Semester (UTS) dijadikan ajang tawuran pala pelajar swasta, seperti yang terjadi puluhan siswa SMK Angkatan Muda Siliwangi (AMS) terlibat perkelahian dengan sekelompok siswa SMK Kartika Candra (KC) di Jalan KH A Sanusi, kawasan Degung, kemarin.

Akibat kejadian tersebut satu pelajar dari SMK AMS, Aditia (17) warga Cibadak mengalami luka bacok di bagian pelipis pipi hingga dilarikan ke RSUD R Syamsudin SH. Menurut salah seorang saksi Dede Nendriansyah (45) kejadian tersebut ketika sekelompok pelajar AMS datang dari arah kota, tiba – tiba pelajar KC yang sudah ada di jalan tersebut menghadang para pelajar AMS hingga tawuran pun tak terhindarkan.

“Awalnya mereka berjalan kaki dan sebagian mengunakan angkutan umum, namun setiba di Degung, pelajar KC langsung menghadang dengan mengunakan benda tajam,” jelas Dede kepada Radar Sukabumi.

Sementara menurut Kepolsek Cikole Kompol Suradi hal ini sebenarnya sudah diantisipasi oleh pihak kepolisian dengan melakukan pemantauan, di titik-titik yang dianggap rawan jadi lokasi tawuran, termasuk di Degung itu. Namunmengingat petugas kepolisian terbatas dan para pelajar terbilang susah diatur maka tawuran pun tak bisa dihentikan.

“Kami sebetulnya sudah melakukan pemantaun aktivitas pelajar, “jelas Suradi Lebih lanjut Suradi, para pelajar memang sengaja menggunakan momen selesai UTS dijadikan sebagai momen untuk tawuran, para pelajar berpikiran setelah usai UTS harus dirayakan dengan tawuran, di samping itu ruang waktu yang sudah terbilang senggang untuk jalan-jalan bagi para pelajar memang sangat banyak. “Memang para pelajar tersebut menjadikan momen usai UTS untuk berjalan-jalan merayakan usai UTS,” katanya.(hnd/t)

About admin

x

Check Also

Grafis : Yuzhar / Radar Sukabumi
Drama penangkapan kembali mantan Kades Cimaja, Kabupaten Sukabumi

Masuk Bui setelah Tiga Tahun Bebas

SUKABUMI – Setelah menghirup udara bebas selama hampir tiga tahun, Kamis (1/12/2016), ...