Home / RUBRIK / RAMADAN / TAUSIAH / Memperbaiki Diri Melalui Shaum

Memperbaiki Diri Melalui Shaum

Agus A.Md. S.Pd.IAgus A.Md. S.Pd.I

( Fundraising Baznaz Kab. Sukabumi)

Kita tentu tidak ingin bulan Ramadan yang mulia ini berakhir dan lewat begitu saja. Untuk itu perlu kita bicarakan hal-hal yang harus kita perbaiki diri melalui ibadah Ramadan. Pada ayat-ayat yang berkaitan dengan ibadah Ramadan, khususnya pada surah Al-Baqarah ayat 183-188, paling tidak ada enam hal yang harus kita perbaiki pada diri kita sendiri melalui ibadah shaum. Selanjutnya kita buktikan dalam kehidupan sehari-hari sebagai tindak lanjut setelah Ramadan.

Pertama , memperbaiki keimanan pada Allah SWT agar setelah beribadah Ramadan nanti, semestinya iman kita pada Allah dalam keadaan mantap.

Dengan keimanan yang mantap, akan selalu terikat pada segala ketentuan Allah serta nilai-nilai yang dating dari-Nya. Pemantapan iman dan takwa kepada Allah memang menjadi target dari ibadah Ramadan.

Kedua, memperbaiki kedekatan pada Al-Quran, sehingga idealnya, setelah ibadah Ramadan, menjadi orang-orang yang akrab terhadap Al-Quran dengan dapat membacanya secara baik, rajin membacanya, memahami kandungan isinya, hingga tergerak untuk selalu hidup yang sesuai dengan nilai-nilai Qurani.

Jika hal itu dapat kita realisasikan, maka jadilah kita sebagai masyarakat Qurani, suatu bentuk masyarakat yang indah, sebagai mana yang telah diperlihatkan Rasulullah dan para sahabat beliau. Fungsikan Al Quran itu sebagai petunjuk bagi jalan hidup a di dunia dan pembeda antara yang haq ( benar) dan bathil ( salah).

Ketiga, memperbaiki kedekatan kita pada Allah, sehingga setelah ibadah Ramadan ini, semestinya menjadi orang-orang yang selalu merasa dekat kepada Allah. Bila perasaan itu telah benar-benar tumbuh didalam jiwa masing-masing individu, niscaya tidak berani lagi kita melakukan kemaksiatan dengan melanggar ketentuan-ketentuan Allah.

Disamping ibadah puasa yang mendidik kita untuk selalu merasa diawasi oleh Allah SWT. Pada hakikatnya, semua bentuk peribadahan di dalam Islam memang begitu.

Keempat, hal yang juga harus diperbaiki melalui ibadah Ramadan adalah ketundukkan pada Allah SWT. Caranya adalah dengan banyak berdoa pada bulan Ramadan. Makanya, diantara rangkaian ayat mengenai ibadah puasa, terdapat ayat yang menyinggung doa.

Kelima, hal yang juga harus diperbaiki dari diri kita melalui ibadah Ramadan adalah ketajaman hati atau rohani dalam membedakan antara yang hak dan yang batil, sehingga selama a berpuasa, kita tidak berani mencapai tujuan dengan menghalalkan segala cara. Dari hal ini tampak sekali bahwa kaum muslimin sama-sama mengendalikan hawa nafsu, sehingga tidak sampai menuruti keinginan nafsu yang tidak benar. (*)

loading...

About admin

x

Check Also

Spirit Shaum Ramadan 1438 H

KETIKA Baginda Nabi Muhammad Saw bersabda, “Puasa itu setengahnya sabar,” (HR. Imam ...