Dahlan Iskan: Buat Apa BUMN Kalau Tak Mensejahterakan

JAKARTA – Menteri BUMN, Dahlan Iskan mengatakan bahwa perubahan sosial harus diawali dengan mengubah pola pikir orang. Begitu juga dengan mewujudkan BUMN yang tangguh harus dimulai dengan membentuk pola pikir yang baik, yaitu bertujuan untuk memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.

“BUMN tidak ada artinya kalau tidak bisa memberikan kesejahteraan bagi masyarakat sekitar,” kata Dahlan Iskan dalam rapat koordinasi dengan sejumlah perusahaan BUMN di kantor Kementerian BUMN,  Selasa (11/6).

Rapat tersebut dihadiri Deputi Industri Primer Zamkhani, serta sejumlah petinggi perusahaan BUMN seperti Dirut PTPN I-XIV, RNI, PT Berdikari dan tim CSR Bank BNI.

“Sekarang baru saya sampaikan ini (perubahan pola pikir, red) supaya Anda bangkit dulu. Sekarang kan sudah bangkit. Maka itu harus dipikirkan. Saatnya kita mulai sekarang.

Ternyata kita punya uang begitu banyak dengan bertriliun-triliun rupiah. Tidak hanya PKBL (Program Kemitraan Bina Lingkungan),” lanjut Dahlan penuh antusias.
Pada pertemuan itu membahas KKPE (Kredit Ketahanan Pangan dan Energi). Menurut Dahlan, peluang KPPE ini sangat besar, di antaranya untuk pembiayaan pengembangan sapi.

Seperti diketahui, Indonesia saat ini kekurangan pasokan daging sapi. Untuk memenuhi kebutuhan itu, Indonesia masih sangat tergantung pada impor, terutama dari Australia.
“Ini (KPPE) akan menjadi program andalan bagaimana cara mendapatkan sapi, bila perlu perbankan diundang secara khusus,” tandas Dahlan. (art/jpnn)

(Visited 247 times, 1 visits today)