Home / UTAMA / Menguak Penjaja Seks di Kota Sukabumi

Menguak Penjaja Seks di Kota Sukabumi

Pasang Tarif Short Time Rp200 Ribu, Long Time Rp1 Juta

SUKABUMI – Kota Sukabumi yang diindentikan dengan kota santri disinyalir masih melawan “arus” sejumlah warganya. Pasalnya jika lebih dalam melihat kondisi Kota Sukabumi sebenarnya, ternyata masih banyak berkeliaran penjaja seks dengan begitu rapi dan tertutup. Hasil investigasi wartawan Radar Sukabumi penjaja seks ini tidak melulu dilakukan perempuan dewasa atau paro baya, tapi juga masuk kalangan remaja dan pelajar. Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Sukabumi, penjaja seks di Kota Sukabumi bisa dipisahkan menjadi dua, yakni penjaja seks tidak langsung dan penjaja seks langsung. Saat investigasi, jarum jam saat itu menunjuk pada pukul 22.30 WIB. Belum terlalu larut, untuk menelisik kehidupan malam di kota ini.

Wartawan Radar Sukabumi ingin mengetahui kehidupan malam yang selalu dicari sekelompok orang yang mencari kepuasan pribadi atau mencoba mencari oase pembebasan dari belenggu aktifitas rutin sehari-hari. Ini menjadi semacam magnet yang menarik siapa saja yang ada di sekelilingnya. Ujung- ujungnya, tak jauh dari seks dan uang. Mungkin karena desakan ekonomi atau mungkin karena gaya hidup yang sudah berubah, mencari tempat hiburan malam atau pun dunia kenakalan malam tidak lagi susah di kota ini. Saat menulusuri malamnya di Kota Sukabumi ini ada dua titik yang menjadi tongkorongan wanita kupu-kupu malam atau Pekerja Seks Komersil (PSK) dari berbagai usia kisaran antara 18 tahun sampai paro baya. Seperti terlihat di Jalan Stasiun Timur dan Jalan Soedirman. Motif yang dilakukan PSK ini dengan berdiam di sejumlah warung-warung kelontongan di pinggir jalan.

Di sepanjang jalan Stasiun Timur sendiri ada lima titik menjadi tongkrongan. Saat berhenti sejenak membeli rokok datang seorang perempuan langsung membuka pembicaraan. ” Aa minta rokoknya, dong, ” sapa wanita berparas cantik berrambut panjang berusia 25 tahun sebut saja Bunga. Antara tahun 2005-2008 di kawasan Stasiun memang berdiri puluhan hotel melati yang kerap dijadikan tempat maksiat. Kondisi ini sempat membuat Pemkot gerah dan pihak keamanan yang terus melakuakn razia. Sapaan pertama menjalin komununikasi keakraban untuk memulainya transaksi esek-esek, dengan ramah wanita tersebut berkomunikasi hingga mengadu harga mulai Rp200 ribu hingga Rp500 ribu.

“Mau sort time apa long time,” kata Bunga. Dengan bahasa sort time (waktu yang singkat) atau long time (waktu yang lama) menjadi gaya bahasa untuk menentukan berapa lama harus memuaskan oase biologis tersebut.Setelah transaksi deal harga diajaknya hidunng belang tersebut ke salah satu hotel terdekat.

“Kami nangkring di dekat hotel-hotel, karena bisa cepat dan menghindari razia Satpol-PP dan lainnya, transaksi bisa berjalan cepat,” katanya.

Jenis hotel yang sering digunakan bunga sendiri tergantung pada keinginan tamu atau hidung belang, bahkan jika harganya cocok, Bunga langsung cabut meski harus menginap.” Jika suruh menginap bersama tamu, saya teamani. tapi melihat harga dulu,” jelasnya.

Sejumlah latar belakang faktor masuknya dunia hitam, Bunga berawal mengalami kehidupan pahit bersama suaminya, yakni Bunga diperlakukan secara tidak wajar menjadi seorang istri, yaitu dtinggal pergi seenaknya, bahkan tidak pernah memberikan nafkah untuk buah hatinya tercinta.Sehingga beban ekonomi yang begitu berat menjadi solusi untuk mencoba bergaul.

“Saya dijaka teman, pada awalnya saya takut.Namun karena sudah kebiasaan menjadi hal saya anggap enjoy saja,” ucapnya.Dalam hitungan sehari pendapatannnya tak menentu, melihat pada cuaca dan waktu ramai, terkadang Bung hanya bisaa gigit jari tidak mendapatkan tamu atau uang. Tapi jika lagi bagus atau pada malam Sabtu dan Minggu bisa meraup Rp 1 juta dalam semalam.

“Sehari saya bisa melayani tamu empat hingga lima kali, dengan waktu soo time, kali saja tarif Rp 200 ribu.” cetusnya.

Keberadaanya bekerja di dunia hitam tersebut, Bunga masih ada naluri rasa untuk berubah dan mengakui bahwa pekerjaanya salah atau tidak benar. Tapi lagi-lagi melihat kebutuhan anaknya yang harus mengocek Rp100 ribu perhari untuk kebutuahn anakanya, mulai dari susu, makanan dan jajan.

“Demi anak saya berani berbuat apa saja. Karena semua orang belum tentu peduli kepada saya dan anak saya,” sesalnya. Selanjutnya kami melakukan penelusuran di kawasan Jalan Soediramn . Kawasan ini sudah dikenal sebagai tempat mangkalnya PSK, di pinggir jalan arena trotoar di wilayah tersebut sejumlah PSK berada di samping warung-warung. Komunikasi atau transaksi yang dilakukan titik Jalan Seodirman dengan melalui tukang ojeg. Sekalipun kafe-kafe di kawasan ini sudah dihabiskan namun tidak susah untuk mencari hiburan seks di kawasan ini. ” Mereka hanya sembunyi kalau diburu Satpol PP, kalau sama yang lain mah pastilah tidak sembunyi,” ujar salah satu ojeker, Dindin (Nama Samaran).

Soal tarif, lagi-lagi menyebut paket hemat. “Cukup dengan beberapa lembar ratusan ribu aja,” ujarnya. Ia memberikan tips, kalau mau mendapatkan harga murah maka datanglah pada tengah malam. “Kian larut kian murah,” ujarnya. Terakhir mengunjungi di sekitar GOR yang mangkal waria (bencong) yang suka nonngkrong di kawasan itu. Selain itu kawasan ini diakui oleh mereka para bencong sebagai tempat yang nyaman untuk mangkal. Apalagi lampu penerangan di kawasan tersebut masih minim. Praktik prostitusi secara terbuka memang jarang digemari karena perempuan tersebut sudah berusia paro baya. Tapi untuk tingkat pelajar atau remaja memiliki trik sendiri untuk bisa menarik lelaki hidung belang yakni dengan modus menjadi Pemandu Lagu (PL), mayoritas PL berada di sejumlah lokasi karaoke di Kota Sukabumi, untuk menemani nyanyi saja. Namun sejumlah penjaja seks dijadikan momen pendekatan dan ruang transaksi.

“Yang karaokean biasanya orang-orang kaya, sehingga bisa lebih tinggi tarifnya, paling rendah Rp500 ribuan, apalagi aku paling senang gadun,” kata Melati yang masih duduk di bangku sekolah menengah atas tersebut. (fkr)

loading...

About admin

x

Check Also

Benur Antara Hukum dan Kebutuhan, 12 Jam Raup Keuntungan Rp15 Juta

AKTIVITAS menangkap Benur (benih) Lobster dilarang keras oleh pemerintah melalui Peraturan Menteri ...